Laporkan Masalah

Pola Distribusi Spasial Aktivitas Masyarakat di Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Selok, Kabupaten Cilacap

NIKKO MAHENDRA, Dr. Ir. Lies Rahayu Wijayanti Faida, M.P., IPU.

2024 | Skripsi | KEHUTANAN

Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Selok (TWAGS) memiliki ciri khas tumbuhan, satwa, dan ekosistem yang perlu dilindungi. Namun, kawasan tersebut mulai rusak akibat dari penjarahan, penebangan liar, dan perambahan untuk lahan pertanian. Berdasarkan permasalah yang ada, terkait banyaknya interaksi tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan intensitas aktivitas serta mengetahui pola distribusi aktivitas masyarakat di TWAGS.

Metode penelitian yang digunakan adalah dengan teknik behavioral mapping (pemetaan perilaku) yang terdiri dari place-centered mapping dan person-centered mapping. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara terhadap key informan yang dipilih dengan menggunakan teknik snowball sampling dengan Penentuan informan kunci diawali dengan pengambilan data terhadap orang-orang yang diyakini mengetahui informasi secara mendalam terkait persoalan yang akan diteliti seperti pemuka, pemimpin, tokoh, dan atau kelompok tertentu dan dilanjutkan groundcheck kawasan dan melakukan wawancara terhadap responden dengan menggunakan accidental sampling. Pemetaan pola sebaran aktivitas masyarakat dilakukan menggunakan GPS dan diolah dengan software ArcMap 10.8.2 kemudian hasil wawancara terhadap key informan dan responden dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. 

Hasil dari penelitian didapatkan yaitu bentuk aktivitas seperti aktivitas pertanian, pertambakan, mencari pakan ternak, mencari kayu bakar, mencari burung, dan berdagang. Aktivitas masyarakat berdampak negatif terhadap kawasan seperti hilangnya flora dan fauna yang dilindungi. Pola distribusi aktivitas masyarakat dibagi berdasarkan jenis aktivitas yang dilakukan dan ruang aktivitas yang digunakan meliputi objek wisata seperti gua dan padepokan, hutan, dan lahan pertanian. Berdasarkan Place Centered Mapping, pola distribusi yang terbentuk adalah berkelompok pada blok rehabilitasi dan pemanfaatan. Berdasarkan Person Centered Mapping, pola distribusi yang dibentuk adalah linier mengikuti jalan yang ada di kawasan TWAGS. Hasil pola distribusi aktivitas masyarakat dapat mengancam dan berpotensi adanya pemanfaatan dan perambahan yang lebih luas karena mudahnya akses yang dapat dilewati oleh masyarakat.


The Gunung Selok Natural Tourism Park is an area has unique plants, animals and ecosystems that need to be protected. However, the area began to be damaged due to looting, illegal logging and encroachment on agricultural land. Based on existing problems, related to the number of interactions, this research aims to determine the form and intensity of activity and determine the distribution pattern of community activities in TWAGS.

The research method used is engineering behavioral mapping (behavior mapping) which consists of place-centered mapping and person-centered mapping. Data collection was carried out by interviewing key inform which are selected using techniques snowball sampling with Determining key informants begins with collecting data on people who are believed to know in-depth information related to the issue to be researched, such as leaders, figures, and/or certain groups. and continued groundcheck area and conduct interviews with respondents using accidental sampling. Mapping of community activity distribution patterns was carried out using GPS and processed using software ArcMap 10.8.2 then the results of the interview with key inform and respondents were analyzed using qualitative descriptive analysis.

The results of the research obtained are forms of activity such as: agricultural activities, aquaculture, looking for animal feed, looking for firewood, looking for birds, and trading. Community activities have a negative impact on the area, such as the loss of protected flora and fauna. The distribution pattern of community activities is divided based on the type of activity carried out and the activity space used, including tourist attractions such as caves and hermitages, forests and agricultural land. Based on Place Centered Mapping, the distribution pattern formed is grouped in rehabilitation and utilization blocks. Based on Person Centered Mapping, the distribution pattern formed is linear following the existing roads in the TWAGS area. The resulting distribution patterns of community activities can threaten and have the potential for wider use and encroachment due to easy access for the community.


Kata Kunci : Taman Wisata Alam Gunung Selok; Pola Distribusi; Masyarakat; Behavioral Mapping; Pemetaan Aktivitas; Gunung Selok Nature Tourism Park, Distribution Patterns,Community, Behavioral Mapping, Activity Mapping

  1. S1-2024-459139-abstract.pdf  
  2. S1-2024-459139-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-459139-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-459139-title.pdf