Eksplorasi Efikasi Diri pada Orang dengan Infeksi Laten TB dalam Menjalani Terapi Pencegahan TB
Agnesta Veiga Ferdina Hasyim., Martina Sinta Kristanti, S.Kep., Ns., M.N., Ph.D.; Haryani, S.Kp., M.Kes. Ph.D.
2024 | Tesis | S2 Magister Keperawatan
Latar Belakang: Orang dengan Infeksi Laten TB (ILTB) khususnya pada kontak serumah akan berisiko membuat mereka memiliki beban ganda yaitu bertindak sebagai pengasuh keluarga kepada pasien TB aktif sekaligus menjadi objek penerima Terapi Pencegahan TB (TPT). Efikasi diri merupakan prediktor yang kuat terhadap penentuan sikap dan perilaku ketika seseorang mengalami beban yang berlebih.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena sumber efikasi diri pada orang dengan ILTB saat menjalani TPT.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Terdapat 6 partisipan yang terlibat dalam penelitian ini yang diperoleh melalui teknik purposive sampling dari data puskesmas di Kota Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode analisis induktif-deduktif.
Hasil: Terdapat empat tema efikasi diri dengan sebelas kategori yang didapatkan dalam penelitin ini yaitu: 1) Mastery Experiences meliputi kategori Pemahaman terhadap Penyakit, Adaptasi Pola Hidup Sehat, Beban ILTB sebagai Pengasuh, 2) Vicarious Experiences: Potret Pengalaman Senasib, Meniru dari Film, 3) Social Persuasion: Sumber Dukungan Profesional, Dukungan Sosial, Motivasi Diri Sendiri, Penolakan Sosial, 4) Psychological and Emotional State: Ekspresi Emosional, Manajemen Stres.
Kesimpulan: Pengetahuan dapat berkontribusi menjadi aspek sumber efikasi diri pada Mastery Experiences. Partisipan memiliki pemahaman yang beragam tentang ILTB. Berbagai informasi didapatkan dari orang yang memiliki pengalaman yang sama. Sumber motivasi didapatkan dari dukungan tenaga kesehatan, dukungan sosial, dan motivasi diri sendiri. Orang dengan ILTB sekaligus menjadi pengasuh keluarga memiliki beban yang bertambah sehingga menimbulkan ketidakstabilan emosi dan memerlukan manajemen stres yang sesuai untuk menyeimbangkan kondisi emosional.
Background: People with Latent TB Infection (LTBI), especially in household contacts, will be at risk of having a double burden of acting as family caregivers to active TB patients as well as objects receiving TB Preventive Therapy (TPT). Self-efficacy is a strong predictor of behaviors when a person is overburdened.
Objective: This study aims to explore the phenomenon of sources of self-efficacy in people with LTBI during TPT.
Method: This study used a qualitative method with a phenomenological approach. There were 6 participants involved in this study who were obtained through purposive sampling technique from the data of health centers in Yogyakarta City. Data were collected using in-depth interviews and analyzed using the inductive- deductive analysis method.
Result: There are four themes of self-efficacy with eleven categories obtained in this study: 1) Mastery Experiences include the categories of Understanding the Disease, Adapting a Healthy Lifestyle, Burden as a Caregiver, 2) Vicarious Experiences: Portraits of Fateful Experiences, Imitating from Movies, 3) Social Persuasion: Sources of Professional Support, Social Support, Self-Motivation, Social Rejection, 4) Psychological and Emotional State: Emotional Expression, Stress Management.
Conclution: Knowledge can contribute to being a source aspect of self-efficacy in Mastery Experiences. Participants have a diverse understanding of LTBI. Various information is obtained from people who have the same experience. Sources of motivation are obtained from the support of health professionals, social support, and self-motivation. People with LTBI as a family caregiver have an increased burden that causes emotional instability and requires appropriate stress management to balance emotional conditions.
Kata Kunci : Efikasi Diri, Infeksi Laten TB, Terapi Pencegahan TB