Laporkan Masalah

Analisis Fluktuasi Harga Energi terhadap Kebijakan Moneter di Asian Emerging Economies

Rizka Aliya Novita Sari, Muhammad Edhie Purnawan, M.A., Ph.D.

2024 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Kerangka kebijakan moneter di Asian Emerging Economies telah berjalan dengan baik sejak krisis keuangan, memberikan stabilitas harga dan keuangan dalam periode transformasi domestik dan regional yang signifikan, serta ketidakstabilan makroekonomi dan keuangan global. Suku bunga merupakan cerminan dari kebijakan moneter karena bank sentral di berbagai negara menggunakannya sebagai alat intervensi pasar. Fluktuasi suku bunga yang terjadi di negara Asian Emerging Economies diakibatkan oleh banyak hal, salah satunya adalah fluktuasi harga komoditas terutama harga energi.  Penelitian betujuan untuk menganalisis respons kebijakan moneter suku bunga akibat fluktuasi harga energi di negara-negara Asian Emerging Economies. Fokus utama dari penelitian ini adalah bagaimana suku bunga sebagai instrumen kebijakan moneter merespons fluktuasi harga gas alam, minyak mentah, dan batu bara. Data yang digunakan mencakup periode 2018-2023, dengan Vector Error Correction Model (VECM) sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guncangan harga energi berdampak signifikan terhadap perubahan suku bunga di Asian Emerging Economies, dengan variasi respons yang berbeda-beda tergantung pada kebijakan moneter masing-masing negara.  Hasil IRF dengan estimasi VECM menunjukkan bahwa pada 9 negara Asian Emerging Economies menghasilkan respons yang berbeda pada shock harga gas alam terhadap kebijakan moneter suku bunga. Shock harga minyak mentah dan shock harga batu bara mengakibatkan respons positif terhadap kebijakan moneter suku bunga. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika kebijakan moneter di tengah fluktuasi harga energi dan menawarkan rekomendasi bagi otoritas moneter dalam merespons perubahan harga energi untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Monetary policy framework in Asian Emerging Economies has functioned effectively since the financial crisis, providing price and financial stability during periods of significant domestic and regional transformation, as well as global macroeconomic and financial instability. Interest rates reflect monetary policy as central banks in various countries use them as a market intervention tool. The fluctuation of interest rates in Asian Emerging Economies is caused by many factors, one of which is commodity price fluctuations, especially energy prices. This research aims to analyze the monetary policy response of interest rates due to energy price fluctuations in Asian Emerging Economies. The primary focus of this study is how interest rates, as a monetary policy instrument, respond to fluctuations in natural gas price, crude oil price, and coal price. The data used covers the period from 2018 to 2023, with the Vector Error Correction Model (VECM) as the data analysis method. The results show that energy price shocks significantly affect interest rate changes in Asian Emerging Economies, with varying responses depending on each country's monetary policy. The IRF results with VECM estimates indicate that in 9 Asian Emerging Economies, there are different responses to natural gas price shocks on monetary policy interest rates. Crude oil price shocks and coal price shocks result in positive responses to monetary policy interest rates. This research provides important insights into the dynamics of monetary policy amid energy price fluctuations and offers recommendations for monetary authorities in responding to energy price changes to maintain economic stability.

Kata Kunci : Harga Energi, Vector Error Correction Model (VECM), Kebijakan Moneter Suku Bunga

  1. S2-2024-495687-abstract.pdf  
  2. S2-2024-495687-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-495687-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-495687-title.pdf