Kebijakan pemerintah kota Yogyakarta mengenai pencegahan dan penanggulangan pencemaran udara :: Studi kasus pencemaran udara yang disebabkan oleh angkutan umum bus kota
HARAHAP, Zairin, Dr. Purwo Santoso
2004 | Tesis | S2 Administrasi NegaraPemerintah Kota Yogyakarta telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran udara yang dapat ditimbulkan oleh pengoperasian angkutan umum Bus Kota. Namun, kebijakan-kebijakan tersebut nampaknya kurang dapat diimplementasikan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi sehingga kebijakankebijakan tersebut kurang atau tidak dapat diimplementasikan. Menurut Christoper Hood, paling tidak ada 4 (empat) faktor yang harus dipenuhi agar suatu kebijakan pemerintah dapat diimplementasikan, yakni; nodality, authority, treasure, dan organization. Faktor nodality mencakup kejelasan isi kebijakan, sosialisasi kebijakan, dan penerimaan terhadap kebijakan. Faktor authority mencakup pengawasan kepatuhan terhadap kebijakan dan penegakan hukum. Faktor treasure mencakup pajak, retribusi, dan kredit berwasan lingkungan, fasilitas-fasilitas untuk melaksanakan dan menegakkan kebijakan, dan adanya sistem insentif dan disinsentif. Faktor organization mencakup kejelasan struktur organisasi dan job description, serta kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang melaksanakan dan menegakkan kebijakan. Dalam penelitian ini data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan penelitian lapangan (field research). Data lapangan digali dari berbagai nara sumber yang berkompeten, yakni; Dinas Perhubungan, Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan, Organda, dan Koperasi/Pemilik Bus Kota. Untuk data lapangan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dengan melakukan penelitian perpustakaan (library research) yakni dengan menggunakan berbagai literatur, artikel, jurnal, dokumen, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan obyek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke empat faktor sebagaimana dikemukakan oleh Hood tersebut di atas sangat mempengaruhi implementasi kebijakan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mencegah dan menanggulangi pencemaran udara yang diakibatkan oleh angkutan umum Bus Kota. Faktor nodality misalnya menunjukkan isi kebijakan banyak yang tidak realistis dan buruknya sosialisasi, sehingga kesadaran pemilik Bus Kota untuk mematuhi kebijakan sangat rendah. Faktor authority misalnya lemahnya penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat membuat para pemilik Bus Kota semakin berani untuk tidak mematuhinya. Faktor treasure misalnya menunjukkan pajak dan retribusi yang dipungut tidak ramah lingkungan. Di samping itu, tidak adanya kredit berwawasan lingkungan, sistem insentif dan disinsentif serta tidak memadainya fasilitas yang dapat digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan kebijakan. Faktor organization misalnya menunjukkan belum memadainya sumber daya manusia untuk melaksanakan dan menegakkan kebijakan baik secara kualitas maupun secara kuantitas Oleh karena itu, agar implementasi kebijakan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran udara, khususnya yang diakibatkan oleh angkutan umum Bus Kota dapat efektif, maka ke empat faktor sebagaimana yang dikemukakan oleh Hood tersebut di atas dapat menjadi perhatian pihak-pihak yang terkait, khususnya pihak pembuat kebijakan dan implementor.
The Government of Yogyakarta City had released some policies regarding to prevention and remedy of air pollution rising by public transportation of City Bus. Nevertheless, the policies had not been implemented effectively. Therefore, this research was purposed to find out factors causing why the policies were difficult to implement. According to Christoper Hood, there are at least 4 (four) factors affecting implementation of governments policies; nodality, authority, treasure, and organization. The nodality factor includes clarity of the contents, socialization, and acceptance of the policies. The authority factor includes obedience watching and law enforcement of the policies. The treasure factor includes environmentrespecting taxes, retributions, and credits, facilities to implement and enforce the policies, and incentive and disincentive system. The organization factor includes clarity of organization structure and job description, quality and quantity of human resources who implement and enforce the policy. In this research, the data used included primary and secondary data. The primary data were collected by conducting field research. The field data were collected from competent sources such as, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Kota Yogyakarta, Koperasi Bus Kota, Pemilik Bus Kota, Sopir dan Kernet Bus Kota. The technical field data were collected by questioners and interviews. The secondary data were collected by conducting library research to some literatures, journals, documents and previous researches relevant to the current researchs object. The research result showed that the four factors proposed by Hood significantly affected implementation of policies of Yogyakarta City Government in preventing and remedying air pollution caused by public transportation of City Bus. The nodality factor, for example, revealed that content of the policies were not realistic and had bad socialization such that entrepreneurs of City Bus were likely disobey the policies. The authority factor showed that low law enforcement by the authority made entrepreneurs of City Bus likely to disobey the policies. The treasure, for example, shows that tax and retribution did not respect environment. In addition, this condition was worsened by the unavailability of environment-respecting credits, incentive and disincentive credits and lacks of facilities in implementing and supporting the policies. The organization factor, for example, showed lacks of human resources in term of both quality and quantity who implemented and enforced the policies. Therefore, to make the implementation of policies of Yogyakarta City Government in prevention and remedy of air pollution especially caused by public transportation of City Bus effective, the four factors as proposed by Hood should be respected by related parties especially policy makers and implementors.
Kata Kunci : Kebijakan Pemda TkII,Pencemaran Udara,Angkutan Bus, Policy, Air Pollution, City Bus