Laporkan Masalah

Optimalisasi Pemanfaatan Ruang Siber oleh Yayasan PEKKA Sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dan Sosial Perempuan Kepala Keluarga di Era Society 5.0

Sylvia Maharany, Prof. Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni, S.IP., M.Si; Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P

2024 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Indonesia sedang memasuki era Society 5.0, dimana teknologi berfungsi sebagai alat untuk kemajuan sosial dan pemberdayaan manusia. Society 5.0 juga mengutamakan inklusivitas dan keadilan yang artinya bahwa memastikan semua struktur lapisan masyarakat, termasuk yang rentan, dapat memperoleh manfaat dari kemajuan teknologi, termasuk perempuan kepala keluarga. Yayasan PEKKA merupakan upaya kolektif untuk menggalang dukungan dan memobilisasi kekuatan perempuan kepala keluarga dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera. Mereka dapat memanfaatkan ruang siber sebagai wadah untuk mengoptimalkan potensi mereka dan mengatasi tantangan sosial dalam berbagai bidang. Ruang siber memberikan kesempatan bagi Yayasan PEKKA untuk menghadapi tantangan sosial dengan cara yang baru. Optimalisasi pemanfaatan ruang siber di kehidupan dapat memberikan kesempatan kepada Yayasan PEKKA untuk mengembangkan keterampilan digital, memperluas pengetahuan, dan meningkatkan kemandirian, baik kemandirian sosial maupun kemandirian ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pandangan, pemanfaatan ruang siber, faktor yang mempengaruhi, dan tantangan yang dihadapi PEKKA dalam pemanfaatan ruang siber sebagai upaya mewujudkan kemandirian ekonomi dan sosial perempuan kepala keluarga di era society 5.0. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Yayasan PEKKA, dengan fokusnya pada pemberdayaan perempuan kepala keluarga, memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan ruang siber sebagai alat transformasi sosial yang kuat. 2) Pemanfaatan ruang siber untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan sosial perempuan kepala keluarga belum dilakukan secara optimal, namun dalam pelaksanaannya ada beberapa program yang telah dilakukann oleh Yayasan PEKKA dalam memanfaatkan ruang siber 3) Di balik potensi besar yang ditawarkannya, terdapat sejumlah faktor pendorong berupa adanya akses dan peluang terhadap internet dan teknologi, motivasi dan dukungan jaringan sosial, adanya e-commerce dan media sosial, kebijakan dan regulasi pemerintah. Faktor penghambat berupa diskriminasi dan kesenjangan digital, beban kerja dan tanggungjawab ganda, keterbatasan sumber daya, dan ketidakamanan siber 4) Yayasan PEKKA dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk mengoptimalkan penggunaan ruang siber dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan sosial berupa aksesibilitas dan infrastruktur, literasi digital, kemanan siber dan privasi, kapasitas dan sumber daya, Kerjasama dan kolaborasi.

Indonesia is entering the era of Society 5.0, where technology functions as a tool for social progress and human empowerment. Society 5.0 also prioritizes inclusivity and justice, which means ensuring that all levels of society, including the vulnerable, can benefit from technological advances, including female heads of households. The PEKKA Foundation is a collective effort to rally support and mobilize the power of female heads of households in realizing a just and prosperous society. They can utilize cyberspace as a forum to optimize their potential and overcome social challenges in various fields. Cyberspace provides an opportunity for the PEKKA Foundation to face social challenges in new ways. Optimizing the use of cyberspace in life can provide an opportunity for the PEKKA Foundation to develop digital skills, expand knowledge, and increase independence, both social independence and economic independence. The purpose of this study is to determine and analyze the views, utilization of cyberspace, influencing factors, and challenges faced by PEKKA in utilizing cyberspace as an effort to realize the economic and social independence of female heads of households in the era of society 5.0. The results of this study are 1) The PEKKA Foundation, with its focus on empowering female heads of households, has a great opportunity to utilize cyberspace as a powerful tool for social transformation. 2) The utilization of cyberspace to realize the economic and social independence of female heads of households has not been carried out optimally, but in its implementation there are several programs that have been carried out by the PEKKA Foundation in utilizing cyberspace. 3) Behind the great potential it offers, there are a number of driving factors in the form of access and opportunities to the internet and technology, motivation and support for social networks, the existence of e-commerce and social media, government policies and regulations. Inhibiting factors in the form of discrimination and digital divides, dual workloads and responsibilities, limited resources, and cyber insecurity. 4) The PEKKA Foundation is faced with a number of challenges that need to be overcome to optimize the use of cyberspace in realizing economic and social independence in the form of accessibility and infrastructure, digital literacy, cybersecurity and privacy, capacity and resources, cooperation and collaboration.

Kata Kunci : Ruang Siber, Perempuan Kepala Keluarga, Yayasan PEKKA, Kemandirian Ekonomi dan Sosial

  1. S2-2024-502192-abstract.pdf  
  2. S2-2024-502192-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-502192-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-502192-title.pdf