PENGARUH KONFIGURASI BALKON TERHADAP PERFORMA VENTILASI ALAMI DALAM RUANGAN PADA BANGUNAN RUSUNAWA DI INDONESIA
Bagus Surya Ananta, Ir. Jatmika Adi Suryabrata, M.Sc., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur
Peningkatan
urbanisasi berdampak terhadap kualitas lingkungan dalam ruangan dan peningkatan
konsumsi energi dalam bangunan perkotaan di Indonesia, khususnya pada bangunan
Rusunawa. Meskipun menyediakan hunian terjangkau, Rusunawa menghadapi tantangan
terkait konsumsi energi listrik dalam mencapai kenyamanan dalam ruangan.
Implementasi pasif desain seperti balkon diharapkan mampu memaksimalkan
penghawaan alami dalam ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh konfigurasi balkon terhadap performa kinerja ventilasi alami dalam ruangan pada bangunan rusunawa di Indonesia dengan harapan dapat memberikan panduan dalam
mengoptimalkan kenyamanan ruangan melalui perolehan nilai ventilasi alami dalam
ruangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode simulasi Computational
Fluid Dynamics (CFD) melalui perangkat lunak Rhinoceros &
Butterfly. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi balkon mempengaruhi perubahan nilai
performa ventilasi alami pada bangunan rusunawa di Indonesia, dengan perolehan
nilai ACH secara keseluruhan dapat memberikan kenyamanan bagi penghuni dalam
ruangan.
Implementasi konfigurasi balkon mempengaruhi perolehan nilai kecepatan angin
dalam ruangan tergantung pada arah orientasi angin yang digunakan. Pada
orientasi 45° dan 135°, implementasi balkon umumnya menurunkan nilai kecepatan
angin dalam ruangan, sedangkan pada orientasi 90°, implementasi balkon mampu
meningkatkan nilai kecepatan angin dalam ruangan. Faktor-faktor seperti aliran
turbulensi, jarak bukaan inlet dengan dinding balkon dan outlet, serta
perbedaan tekanan angin berperan dalam perubahan nilai yang dihasilkan.
Konfigurasi balkon yang optimal adalah 2,4 m (L:40%) x 1,8 m (K:30%) pada
orientasi 45°, 2,4 m (L:40%) x 0,6 m (K:10%) pada orientasi 135°, dan 6,0 m
(L:100%) x 1,8 m (K:30%) pada orientasi 90°.
The increase in urbanization has impacted indoor
environmental quality and energy consumption in urban buildings in Indonesia,
particularly in Rusunawa (low-cost apartment buildings). Although providing
affordable housing, Rusunawa faces challenges related to electricity
consumption in achieving indoor comfort. Implementing passive design
strategies, such as balconies, is expected to optimize natural ventilation
within the units. This study aims to identify the influence of balcony
configurations on the performance of natural ventilation in Rusunawa buildings
in Indonesia, with the hope of guiding optimizing indoor comfort through the
achievement of natural ventilation values. The method used in this research is
the Computational Fluid Dynamics (CFD) simulation method, conducted using
Rhinoceros & Butterfly software. The study results show that balcony
configurations affect changes in natural ventilation performance in Rusunawa
buildings in Indonesia, with the overall ACH (Air Changes per Hour) values
contributing to indoor comfort for the occupants. Implementing balcony
configurations affects the indoor wind speed values depending on the wind orientation
used. At 45° and 135° orientations, the implementation of balconies generally
decreases indoor wind speed values, whereas, at a 90° orientation, the
implementation of balconies increases indoor wind speed values. Factors such as
turbulence flow, the distance between the inlet opening and the balcony walls
and outlet, as well as wind pressure differences, play a role in the resulting
changes in values. The optimal balcony configurations are 2.4 m (L: 40%) x 1.8
m (K: 30%) at a 45° orientation, 2.4 m (L: 40%) x 0.6 m (K: 10%) at a 135°
orientation, and 6.0 m (L: 100%) x 1.8 m (K: 30%) at a 90° orientation.
Kata Kunci : Air Changes per Hour, Balkon, Computational Fluid Dynamics, Rusunawa, Ventilasi Alami