Laporkan Masalah

Kontribusi Pemanfaatan Lahan Oleh Masyarakat di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Tamansari Pasca PKS Kemitraan Konservasi

TRIO BANGKIT SATRIANTO, Dr. Ir. Lies Rahayu Wijayanti Faida, M.P., IPU

2024 | Skripsi | KEHUTANAN

Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) memberikan akses ruang kelola dan pemanfaatan sumber daya alam kepada masyarakat. Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pihak masyarakat desa penyangga dengan pihak TNGHS berupa kemitraan konservasi. Pihak TNGHS memberikan akses berupa program kemitraan konservasi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan menjaga kelestarian hutan. Desa Tamansari memiliki 2 kelompok kemitraan konservasi yaitu Kelompok Tani Mandiri Taman Nasional yang memanfaatkan lahan pertanian poh-pohan (Pilea melastomoides) dan Kelompok Tani Mandiri 2 Taman Nasional yang memanfaatkan pengambilan HHBK berupa penyadapan getah pinus (Pinus merkusii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi program kemitraan konservasi terhadap pendapatan masyarakat Desa Tamansari dan implementasi kewajiban masyarakat Desa Tamansari sebagai mitra konservasi. 

Penelitan ini dilaksanakan di Desa Tamansari. Metode pengambilan data yang digunakan yaitu sensus anggota aktif kelompok tani kemitraan konservasi di Desa Tamansari berjumlah 52 orang. Data primer yang digunakan yaitu hasil wawancara yang dilakukan serta dokumentasi lapangan. Data sekunder yang digunakan yaitu dokumen RKT, dokumen PKS kemitraan konservasi, dan dokumen pendukung lainnya. Analisis data menggunakan analisis pendapatan petani serta analisis deskriptif kualitatif. 

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa program kemitraan konservasi yang berupa pemanfaatan jenis poh-pohan memberikan kontribusi sebesar 76?ri pendapatan total masyarakat, sedangkan dari penyadapan getah pinus memberikan kontribusi sebesar 16 %. Hal ini menunjukkan bahwa, hasil dari Poh-pohan ini sangat diandalkan untuk menunjang kebutuhan hidupnya. Mitra konservasi sudah melakukan kewajiban sesuai dengan yang disepakati pada dokumen PKS dan RKT berupa kegiatan pemulihan ekosistem dan perlindungan keanekaragaman hayati. Akan tetapi, pada aspek pengamanan kawasan ini mitra konservasi masih cenderung kurang dalam melakukan kegiatan pengamanan kawasan


Halimun Salak Mountain National Park (TNGHS) provides access to administrative space and the exploitation of natural resources to the community. TNGHS provides access to conservation partnership programmes to increase community income and maintain forest sustainability. The village of Tamansari has two conservation partnerships, namely Kelompok Tani Mandiri Taman Nasional, which exploits the Poh-pohan (Pilea melastomoides) farmland, and Kelompok Tani Mandiri 2 Taman Nasional, which utilizes the harvesting of non-timber forest products pine rubber (Pinus merkusii). This research aims to find out the contribution of conservation partnership programmes to the incomes of the Tamansari Village community and implementation of the obligations of the tamansari village community as a conservation partner.

This investigation was carried out in the village of Tamansari. The method of data collection used is the census of active members of the conservation partnership farm group in Tamansari village of 52 people. Primary data used are the results of the interviews carried out as well as field documentation. Secondary data that is used are RKT documents, PKS documents of conservation partnership, and other supporting documents. Data analysis using the analysis of farmers income and qualitative descriptive analysis. 

The study revealed that the conservation partnership program that uses the Poh-pohan type contributes 76% of the total income of the population, while from the pine rubber application contributes 16%. This shows that the results of these Poh-Pohan are very reliable to support the needs of life. Conservation partners have already fulfilled their obligations in accordance with the agreed documents of the PKS and RKT, including ecosystem restoration and biodiversity protection activities. However, on the security aspects of this area, conservation partners are still less likely to undertake security activities.


Kata Kunci : kontribusi pendapatan, kemitraan konservasi, masyarakat desa penyangga, kelestarian hutan

  1. S1-2024-462065-abstract.pdf  
  2. S1-2024-462065-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-462065-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-462065-title.pdf