Pengaruh Pemberian Ekstrak Limbah Kulit Bawang Merah Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Organik Terhadap Pertumbuhan Stek Batang Gaharu (Aquilaria malaccensis)
FEBRIANANDA HAYUNINGTYAS, Ahdiar Fikri Maulana, S.Hut., M.Agr., Ph.D.
2024 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN
Gaharu (Aquilaria malaccensis) merupakan
salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang menjadi salah satu komoditas yang
diminati di dunia karena kandungan resin yang ada di dalamnya. Gaharu banyak
dimanfaatkan sebagai wewangian, parfum, kosmestik, hingga sebagai campuran jamu
tradisional yang dipercaya dapat mencegah berbagai penyakit. Budidaya gaharu
dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional. Budidaya gaharu
dapat dilakukan secara vegetatif salah satunya adalah stek dengan pemberian Zat
Pengatur Tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perngaruh
perbedaan konsentrasi ZPT organik ekstrak kulit bawang merah terhadap
pertumbuhan stek batang gaharu (Aquilaria malaccensis). Penelitian ini
disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 11
ulangan sehingga penelitian ini membutuhkan 77 stek batang. Perlakuan terdiri
dari 7 dengan konsentrasi berbeda, yaitu ZPT organik ekstrak kulit bawang merah
(dihaluskan) 50gr/L, ZPT organik ekstrak kulit bawang merah (dihaluskan)
100gr/L, ZPT organik ekstrak kulit bawang merah (tidak dihaluskan) 50gr/L, ZPT
organik ekstrak kulit bawang merah (tidak dihaluskan) 100gr/L, Rooten f 0,05gr/L,
Rooten f 0,1gr/L, dan tanpa ZPT. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan
terhadap pertumbuhan stek batang gaharu, data yang diperoleh dianalisis
menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan uji lanjut lanjut post hoc test berupa
DMRT. Pemberian ekstrak kulit bawang merah sebagai ZPT organik berpengaruh
nyata terhadap pertumbuhan tunas dengan ZPT organik kulit bawang merah (tidak
dihaluskan) 100 gr/liter di minggu ke-3 sampai 7 dan tidak berpengaruh nyata
terhadap pertambahan jumlah daun
Agarwood (Aquilaria malaccensis) is one of the
Non-Timber Forest Products (NTFPs) which is one of the commodities in demand in
the world because of the resin content in it. Agarwood is widely used as a
fragrance, perfume, cosmetics, and as a mixture of traditional herbal medicine
which is believed to prevent various diseases. Agarwood cultivation is
considered important to meet international market needs. Agarwood cultivation
can be done vegetatively, one of which is cuttings by administering Growth
Regulatory Substances (ZPT). This research aims to determine the effect of
differences in the concentration of organic ZPT of shallot skin extract on the
growth of agarwood (Aquilaria malaccensis)
stem cuttings. This research was structured using a Completely Randomized
Design (CRD) with 7 treatments and 11 replications so this research required 77
stem cuttings. The treatments consisted of 7 with different concentrations,
namely organic ZPT of shallot peel extract (crushed) 50gr/L, organic ZPT of
shallot peel extract (mashed) 100gr/L, organic ZPT of shallot peel extract (not
crushed) 50gr/L, ZPT organic shallot skin extract (not crushed) 100gr/L, Rooten
f 0.05gr/L, Rooten f 0.1gr/L, and no ZPT. To determine the effect of treatment
on the growth of agarwood stem cuttings, the data obtained analyzed using
analysis of variance (ANOVA) with a further post hoc test in the form of DMRT.
Providing shallot peel extract as an organic PGR has a significant effect on
the growth of shoots with organic PGR of shallot peel (not crushed) 100
gr/liter in weeks 3 to 7 and has no significant effect on the increase in the
number of leaves.
Kata Kunci : Aquilaria malaccensis, ZPT, Ekstrak Kulit Bawang Merah