Laporkan Masalah

Dinamika peran sektor pariwisata terhadap peningkatan pendapatan asli daerah di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Firmansyah, Drs. M. Baiquni, M.A.; Lutfi Muta'ali, S.Si.; M.T.

2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Pariwisata merupakan industri yang paling cepat berkembang di dunia dengan banyak melibatkan manusia baik di kalangan masyarakat, industri pariwisata, maupun kalangan pemerintah. Bagi daerah yang minim sumberdaya alamnya, sektor pariwisata merupakan salah satu alternatif yang menjanjikan sebagai sumber utama pendapatan daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta misalnya, yang menitikberatkan pada pengembangan wisata budaya, ketertarikan obyek, atraksi, wisata alam, pendidikan, dan wisata desa untuk meningkatkan peran sektor pariwisata sebagai salah satu sumber utama pendapatan asli daerah. Penanganan sektor pariwisata secara efektif dan efisien akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian berjudul Dinamika Peran Sektor Pariwisata terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Propinsi DIY bertujuan mengetahui dinamika peran sektor pariwisata di DIY tahun 1993-2002, mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh, serta mengidentifikasi implikasi peran sektor pariwisata terhadap peningkatan PAD di Propinsi DIY. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data sekunder dengan model Pooled Time Series (data Pooling). Unit analisis penelitian ini adalah tahun, yakni selama sepuluh tahun dari tahun 1993-2002. Analisis peran sektor pariwisata dilakukan dengan menggabungkan pendapatan sektor pariwisata, yang meliputi pemasukan dari jenis pajak pertunjukan, pajak hotel/penginapan, pajak hiburan, dan retribusi ODTW selama sepuluh tahun dari tahun 1993 — 2002. Pengukuran peran sektor pariwisata terhadap peningkatan PAD di Propinsi DIY menggunakan lima variabel, yakni jumlah ODTW, daya tarik obyek, jumlah pengunjung, jumlah fasilitas pendukung, dan anggaran pembangunan sektor pariwisata. Analisis faktor pengaruh menggunakan uji statistik korelasi dan regresi dengan memanfaatkan program SPSS versi 10.0. Pendapatan sektor pariwisata (Y) sebagai variabel terikat, dan lima faktor pengaruh sebagai variabel bebas (Xi). Hasil penelitian menunjukkan pendapatan sektor pariwisata di Propinsi DIY cenderung meningkat. Peningkatan ini diikuti oleh sektor lain, sehingga persentase pendapatan sektor pariwisata terhadap total PAD DIY cenderung menurun. Di tingkat Kabupaten/Kota terdapat perbedaaan peran dari jenis pendapatan sektor pariwisata. Kota Yogyakarta dan Sleman, mempunyai peran terbesar dari jenis pajak hotel dan penginapan, masing-masing sebesar 50,4% dan 86,5%. Bantul, Kulon Progo dan Gunung Kidul peran terbesar berasal dari jenis retribusi ODTW, masing-masing sebesar 92,4%, 56,3%, dan 77,4%. Dilihat dari pengaruh setiap faktor terhadap peran sektor pariwisata atau secara sendiri-sendiri, empat faktor berpengaruh sangat kuat, yakni jumlah ODTW, daya tarik obyek, jumlah pengunjung, dan jumlah fasilitas pendukung. Anggaran pembangunan sektor pariwisata tidak menunjukkan pengaruh yang meyakinkan. Secara bersama-sama, 81,3% peran sektor pariwisata dipengaruhi oleh lima faktor pengaruh, selebihnya (18,7%) dipengaruhi oleh faktor lain. Dari kelima faktor tersebut, jumlah ODTW dan jumlah fasilitas pendukung dianggap berpengaruh secara nyata dan meyakinkan dengan derajat kepercayaan 95%. Peningkatan pendapatan sektor pariwisata akan lebih optimal dengan pengembangan ODTW yang sesuai dengan potensi daerah dan ditunjang oleh ketersediaan fasilitas pendukung yang memadai di sekitar lokasi. Penambahan ODTW baru, dimungkinkan akan semakin mengurangi pendapatan sektor pariwisata, tetapi pengembangan ODTWpun harus memperhatikan daya jual ODTW tersebut.

Tourism is the speediest developing industry in the world by much involving human being in society, tourism industry, and governmental sides. For minimum natural resources area, tourism sector is a promising alternative as main source for local income. Special District of Yogyakarta, for example, focuses on developing cultural tourism, object attraction, attraction, natural tour, education, and village tour to improve the role of tourism sector as a main source for local income. Effective and efficient handling on tourism sector will improve Local Income (PAD). This research entitled Dynamics of Tourism Sector Role towards Improvemenl of LocaI Income in Special District of Yogyakarta Province is aimed to determine the role dynamics of tourism sector in DIY between 1993 — 2002, to detennine influencing factors, and to identify role implication of tourism sector on Local Income improvement in DIY Province. Effective method in this research is secondary data analysis using Pooled Time Series model. Analysis unit of this research is year, namely for ten years from 1993 — 2002. Role analysis on tourism sector was performed by combining income from tourism sector, including income from various taxes on exhibitions, taxes on hotels/inns, taxes on entertainment, and ODTW retribution for ten years from 1993 until 2002. Role measurement on tourism sector toward PAD improvement in DIY Province used five variables, namely muriber of ODTW, object attraction, number of visitors, number of supporting facilities, and budget on tourism sector development. Analysis on influencing factors uses correlation and regression statistical test by using SPSS version 10.0 progra.m. Income from tourism sector (Y) is the dependent variable, while the five influcricing factors are independent variables (Xi). Research results show that income from tourism sector in DIY province tends to increase. This increase is followed by other sectors, that income percentage from tourism sector toward total PAD in DIY tends to decrease. In Regency/Municipality level, there are role differences of kinds of tourism sector income from Yogyakarta Municipality and Sleman, with the most influencing one derived from hotel and inns taxes, for 50.4% and 86.5%, respectively. The most influencing factor in Bantul, Kulon Progo, and Gunung Kidul is ODTW retribution, for 92.4%, 56.3%, and 77.4%, respectively. Viewed from influence of each factor towards role of tourism sector or one by one, the most influencing factors are number of ODTW, object attraction, number of visitors, and number of supporting facilities. Development budget for tourism sector did not show convincing effect. Collectively, 81.3% of tourism sector roles are influenced by the five influencing factors, the other (18.7%) by other factors. From the five factors, number of ODTW and number of supporting facilities are regarded as real influencing and convincing factors with reliability level of 95%. Income increase from tourism sector will be more optimal if performed through ODTW development that appropriate with local potential and supported by availability of supporting facilities around the location. New ODTW addition is regarding about to decrease income from tourism sector, but ODTW development must also consider sale value of the ODTW.

Kata Kunci : Dinamika pariwisata,Pendapatan asli daerah,DIY

  1. S1-2005-122954-Firmansyah_abstract.pdf  
  2. S1-2005-122954-Firmansyah_bibliography.pdf  
  3. S1-2005-122954-Firmansyah_tableofcontent.pdf  
  4. S1-2005-122954-Firmansyah_title.pdf