Laporkan Masalah

Evaluasi pelatihan komunikasi terapeutik perawat Puskesmas di Kota Gorontalo

ISCHAK, Wenny Ino, Sri Werdati, SKM.,M.Kes

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latarbelakang: Pemberlakuan otonomi daerah menuntut kemampuan dalam pengelolaan potensi daerah. Salah satu contoh pengelolaan adalah bidang kesehatan yakni pengelolaan anggaran di Puskesmas. Jumlah kunjungan di setiap puskesmas Kota Gorontalo setiap harinya rata-rata 80 pasien. Sebagian besar (70%) dari jumlah pasien tersebut mengharapkan pengobatan dengan suntikan. Oleh sebab itu perlu upaya dalam merubah perilaku masyarakat tersebut melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan perawat dalam komunikasi terapeutik. Tujuan: Mengevaluasi hasil pelatihan merupakan tujuan umum dari penelitian ini. Sedangkan tujuan khusus adalah mengetahui pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan terhadap komunikasi terapeutik. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan non equivalent control group design with pretest-postest. Subjek penelitian adalah perawat puskesmas dengan latar belakang pendidikan Sekolah Perawat Kesehatan dan Diploma III Keperawatan, dibagi dalam dua kelompok, satu kelompok terdiri dari 34 orang perawat diberi pelatihan dengan metode Ceramah dan Role Play, kelompok kedua juga 34 perawat tanpa perlakuan atau hanya sebagai kontrol. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa ada pengaruh yang bermakna, pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan yaitu t = 5,337 p = 0,000 (p< 0.05) dan keterampilan perawat dalam berkomunikasi terapeutik yaitu t = 216,37 p = 0.000 (p< 0.05) Namun demikian pelatihan ini tidak berpengaruh terhadap peningkatan sikap perawat tehadap komunikasi terapeutik Kesimpulan: Pelatihan komunikasi terapeutik dengan menggunakan metode ceramah dan role play dapat berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan praktek komunikasi terapeutik.

Background: Regional autonomy implication demanded a skill in organizing regional potentials. One of the organization examples is health field that is organizing budget in Primary Health Care. The number of daily visit in every Primary Health Care in Gorontalo city was around 80 patients. Most of them (70%) were expecting to have treatment with injection. Therefore, attempt in changing community’s behavior through improvement of knowledge, attitude and skill of nurse in therapeutic communication is necessary. Objective: General objective of this research was to evaluate the result of the training while the specific objective was to find out the influence of training toward knowledge, attitude and skill toward therapeutic communication. Method: This research was a quasi experiment with non equivalent control group design using pretest-posttest. The subjects of this research were nurses of Primary Health Care with background of health nurse school education and nursing Diploma III, which was divided into two groups. One group consist of 34 nurses who were given training with speech and role play methods, second group also consists of 34 nurses without treatment or only as a control. Result: The result of this research showed that there was a significant influence of training toward improvement of knowledge with t = 5,337 and p = 0,000 (p < 0.05), and skill of nurse in therapeutic communication with t = 216,37 and p = 0,000 (p < 0.05). Nevertheless, this training did not have influence toward improvement of nurse attitude toward therapeutic communication. Conclusion: Training of therapeutic communication by using methods of speech and role play could improve knowledge and practice of therapeutic communication.

Kata Kunci : Promosi Kesehatan,Pelatihan Perawat,Komunikasi Terapeutik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.