Studi karakteristik kegiatan pertanian dan kondisi sosial ekonomi rumahtangga petani di kota Yogyakarta : Kasus kecamatan Umbulharjo
Hesti Sunarsih, Prof. Dr. A.J. Suhardjo, M.A.; Lutfi Muta'ali, S.Si., M.T.
2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHDinamika pertumbuhan kota Yogyakarta ditandai dengan peningkatan intensitas lingkungan binaan seperti kawasan terbangun dan kegiatan sosial ekonomi kota, telah mengorbankan lahan pertamian yang ada dan makin lama makin intensif sementara sumberdaya lahan bersifat terbatas. Proses marginalisasi lahan pertanian dan petani dikawatirkan akan semakin meningkat jika petani tidak sanggup beradaptasi dengan dinamika yang ada dikawatirkan juga akan mengganggli pembangunan kota itu sendiri. Penelitian ini bertujuan umtuk: (1) mengidentifikasi karakteristik kegiatan pertanian, (2) mengidentifikasi karakteristik sosial ekonomi rumah tangga petani, dan (3) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei. Tiga kelurahan dipilih sebagai sampel berada di kecamatan Umbulharjo berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu (purposive sampling) , meliputi Kelurahan Giwangan, Muja-Muju, dan Pandeyan. Masing-masing kelurahan di ambil 35 kepala keluarga petani dengan metode quota samplingi meliputi 15 KK petani pemilik dan 20 KK non pemilik. Analisis data dilakukan secara kualitatif (tabel frekuensi, tabel silang, dan deskripsi) dan kuantitatif (Product Moment). Program yang digunakan SPSS for Windows untuk analisis statistik. Hasil Penelitian menunjukkan: (1) kegiatan pertanian di Kota Yogyakarta menunjukkan adanya proses marginalisasi, yang ditunjukkan dengan semakin berkuranganya luas sawah, keberadaan luas panen dan produksi, (2)kondisi sosial ekonomi petani di perkotaan belum menunjukkan adanya proses marginalisasi, karena petani masih bisa menjaga stabilitas pendapatannya dengan melakukan diversifikasi usaha, (3) Luas penguasaan lahan petani dan tingkat pendidikan terbuki memiliki karelasi positip yang signifikan dengan tingkat pendapatan rumah tangga petani. Sebaliknya jumlah anggota rumah tangga cenderung menunjukkan korelasi negatif terhadap tingkat pendapatan rumah tangga, yang signifikan hanya di Kelurahan Pandeyan. Hak ini menunjukkan bairwa jumlah anggota rumah tamgga tidak begitu berpengaruh terhadap pendapatan.
-
Kata Kunci : Kegiatan pertanian,ekonomi rumahtangga petani,Umbulharjo,Kota Yogyakarta,DIY