Partisipasi Kaum Muda Dalam Kampanye Pengurangan Risiko Bencana (Studi Kasus Kampanye #Youth4GotongRoyong oleh Yayasan Peta Bencana Melalui Program Duta Kurangi Risiko Bencana)
Mirfath, Nyarwi Ahmad, PhD
2024 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi
Minimnya penelitian
yang menjelaskan partisipasi pemuda dalam penanggulangan bencana di Indonesia
mengisyaratkan pada seruan penanganan bencana yang
terabaikan urgensinya; sebab bencana bersifat unpredictable. Pertanyaan penelitian ini menyelidiki bentuk
partisipasi DKRB, sebagai praktik komunitas pemuda penanggulangan bencana, pada
kampanye #Youth4GotongRoyong. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengeksplorasi
praktik komunitas pemuda YPB dalam instrument PRB melalui kampanye Youth4GotongRoyong, serta (2) mendeskripsikan
bentuk partisipasi DKRB dalam penanggulangan bencana. Pendekatan
interpretif digunakan untuk menemukan makna dan motif dari fenomena penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian
kualitatif; melibatkan pengumpulan dan analisis data tekstual, verbal
dan norverbal. Metode Studi Kasus
menurut Robert K. Yin, dianggap sesuai untuk mendeksripsikan fenomena
penelitian ini, pemilihan single case study membantu peneliti untuk menyesuaikan penggunaan teori lama dan teori
terbaru—old-new theoretical relationships. Wawancara (indepth interview) dilakukan
bersama DKRB dengan pemilihan
kriteria informan berdasar pada indikator penilaian
teori CoP. Hasil
penelitian ini mengindikasikan bahwa komunikasi bencana merupakan sistem dalam
praktik komunitas pemuda penanggulangan bencana. Hal itu dibuktikan melalui
adaptasi konseptual dalam temuan manajerial dan praktis berikut ini: pertama,
anak muda berhasil membuktikan partisipasi mereka sebagai aktor
ketahanan bencana melalui bentuk acts of citizenship. Konsep ini
menjelaskan “status dan legalitas” menjadi berarti dalam menyelidiki artikulasi
dan subjektivitas dari praktik komunitas. Kedua, terdapat
tiga komponen integral yang harus dimiliki oleh sebuah komunitas, yakni: (1) participation,
(2) identity, (3) development of practice. Komponen ini saling
berkaitan, sebagai proses untuk menuju komunitas yang berdaya. Ketiga,
gotong royong merupakan bentuk kesadaran kolektif dalam operator local
wisdom; merupakan proses kolektif, konsensus dan kooperatif
yang terjadi dalam komunitas. Keempat, Kampanye #Youth4GotongRoyong
sebagai bentuk komunikasi bencana dengan dimensi informasi, koordinasi
dan kerjasama berbasis PRB. Oleh karena itu, partisipasi DKRB dalam kampanye #Youth4GotongRoyong sebagai social movement, mendeskripsikan
gerakan merupakan upaya kesadaran—analisis sebab-akibat untuk mengurangi
dampak dari bencana melalui cara yang sistematis; serta sebagai seruan untuk transformasi sistem atas
dampak perubahan iklim dan peristiwa bencana.
The limited
research on youth involvement in disaster management in Indonesia underscores
the critical need to enhance disaster preparedness, given the unpredictable
nature of such events. This study examines how DKRB participates as a youth
community in disaster management through the #Youth4GotongRoyong campaign. The
research aims to (1) explore the practices of DKRB in disaster risk reduction
(DRR) through this campaign, and (2) describe their various forms of
participation in disaster management. An interpretive qualitative approach was
used to understand the phenomena by gathering and analyzing textual, verbal,
and nonverbal data. As proposed by Robert K. Yin, a single case study method
can be used to understand this phenomenon. In-depth interviews were conducted
with DKRB members selected based on criteria informed by Community of Practice
(CoP) theory assessment indicators. The findings emphasize the pivotal role of
disaster communication in DKRB's disaster management practices as shown in the
conceptual adaptations that highlight both managerial and practical insights. Firstly,
the youth demonstrate their role as agents of disaster resilience through acts
of citizenship, emphasizing the importance of "status and legitimacy"
in understanding community practices. Secondly, the study identifies
three essential components—participation, identity formation, and practice
development—as interconnected processes towards community empowerment. Thirdly,
gotong royong emerges as a manifestation of collective awareness
grounded in local wisdom, fostering consensus and cooperative efforts within
the community. Lastly, the #Youth4GotongRoyong campaign serves as a form
of disaster communication involving information dissemination, coordination,
and collaboration in DRR efforts. Therefore, DKRB's participation in the
#Youth4GotongRoyong campaign as a social movement underscores its role as an
awareness initiative aimed at systematically mitigating the impact of disasters
and advocating for systemic transformation in response to the challenges posed
by climate change and disasters.
Kata Kunci : Partisipasi Kaum Muda, Komunitas Ketahanan Bencana, Yayasan Peta Bencana, Pengurangan Resiko Bencana, Kampanye #Youth4GotongRoyong.