Pola konsumsi, asupan energi protein dan status gizi anak balita (12-59 bulan) di wilayah pantai dan pegunungan daerah konflik Kabupaten Pidie Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
ABIDIN, Zainal, Toto Sudargo, SKM.,M.Kes
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Pola konsumsi makan yang dianjurkan di Indonesia adalah menu seimbang yang terdiri dari makanan pokok, lauk hewani/nabati, sayur, buah dan susu. Aspek geografis beberapa wilayah Kabupaten Pidie, meliputi wilayah pantai dan wilayah pegunungan, serta situasi konflik. Perbedaan wilayah ini berpengaruh terhadap ketersediaan bahan pangan dan akan mempengaruhi pola konsumsi keluarga. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi, asupan zat gizi status gizi anak balita antara wilayah pantai dan wilayah pegunungan daerah konflik di Kabupaten Pidie Metode penelitian: Penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan di kecamatan Kembang Tanjung dan Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Besar sampel 190 anak balita perkelompok, data pola konsumsi diukur dengan FFQ, asupan zat gizi diukur dengan metode recall 1x24 jam menggunakan program FP2, data status gizi dengan pengukuran antropometri. Data dianalisis dengan ttes dan uji Chi-square program SPSS. Hasil: Ada perbedaan pola konsumsi anak balita di wilayah pantai dan pegunungan pada p= 0,001, pola konsumsi di wilayah pegunungan lebih variatif dibandingkan wilayah pantai. Ada perbedaan asupan zat gizi di wilayah pantai dan pegunungan pada p=0,001. Rata-rata asupan energi di wilayah pantai lebih tinggi dibandingkan di wilayah pegunungan, sedangkan rata-rata asupan protein lebih rendah. Ada perbedaan status gizi anak balita antara wilayah pantai dan pegunungan, status gizi anak balita di wilayah pantai lebih baik dibandingkan dengan status gizi anak balita wilayah pegunungan, menurut indeks BB/U pada p= 0,006. Kesimpulan: Pola konsumsi di wilayah pegunungan lebih bervariasi dibanding dengan wilayah pantai, akan tetapi asupan energi dan status gizi anak balita di wilayah pantai lebih baik dari pada wilayah pegunungan.
Background:Allowances of Food Consumption pattern in Indonesia are balance menu, consist of main food, animal/vegetable protein, vegetables, fruits and milk. Geographic aspect in some area in Pidie District, like littoral and highlands, and conflict situation. The Area differences react to the food store and about to influence comsumption family. Objective: To know the differences of consumption pattern, nutritional intake, nutritional status of Under five years old child in littoral and highlands in conflict areas, Pidie District. Method: This was observational study with cross sectional design. This study was held in Kembang Tanjung and Tangse sub districts, in Pidie district. Sample size in this study were 190 children in each group, consumption pattern data collected using FFQ, energy and protein intake data was analyze using FP2, nutritional status data collected using anthropometry. Data was analyzed using SPSS software. Result: There was differences in consumption pattern and nutritional intake of Under five years old child in littoral and highlands (p=0.001). Consumption pattern in highlands more variative than littoral. Energy Intake in highlands higher than littoral, but protein intake undifferent. There was a significant differences in nutritional status between highlands and littoral, nutritional status in littoral better than highland using index WAZ (p=0.006) Conclusions: Consumption pattern in highlands more variative than littoral, but energi intake and nutritional status in littoral better than highlands
Kata Kunci : Gizi Anak,Pola Konsumsi dan Asupan Energi Protein,Daerah Konflik