Laporkan Masalah

Kesediaan Petani Membayar Premi Asuransi Usaha Tani Padi di Kecamatan Karangdowo Kabupaten Klaten

Iis Kuriana, Ir. Any Suryantini, MM, Ph.D ; Prof. Dr. Ir. Masyhuri

2024 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Usaha tani padi merupakan salah satu usaha di sektor pertanian yang memiliki risiko dan ketidakpastian yang cukup tinggi. Risiko tersebut dapat menyebabkan kerusakan usaha tani atau kegagalan panen. Salah satu solusi untuk menghadapi risiko tersebut adalah program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Petani yang akan mengikuti program AUTP akan diminta membayar premi sebesar Rp36.000/ha/MT. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor yang memengaruhi produksi padi, besarnya risiko produksi yang dihadapi petani dan jumlah maksimum kesediaan membayar petani terhadap premi AUTP. Lokasi penelitian di Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten dengan menggunakan teknik simple random sampling terhadap 67 responden. Metode analisis yang digunakan fungsi produksi Cobb-Douglass, koefisien variasi (CV) dan Contingent Valuation Method (CVM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan pestisida cair berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap produksi padi di Kecamatan Karangdowo Kabupaten Klaten. Nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,042 (4,2%), artinya risiko produksi yang dihadapi petani rendah karena nilai CV dibawah 50%. Kemudian, jumlah maksimum kesediaan membayar petani terhadap premi AUTP sebesar Rp45.373/ha/MT. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan premi swadaya (Rp36.000/ha/MT) dengan selisih Rp9.373. Apabila dibandingkan dengan premi total (Rp180.000/ha/MT) maka nilai WTP masih jauh lebih rendah dengan selisih Rp134.627.

Rice farming is one of the businesses in the agricultural sector that has high risks and uncertainties. These risks can cause farm damage or crop failure. One of the solutions to deal with these risks is the Rice Farming Business Insurance (AUTP) program. Farmers who will join the AUTP program will be asked to pay a premium of IDR 36.000/ha/MT. The objectives of this study are to find out the factors that affect rice production, the amount of production risk faced by farmers and the maximum amount of farmers' willingness to pay for the AUTP premium. The research location is in Karangdowo District, Klaten Regency using simple random sampling technique of 67 respondents. The analysis method used Cobb-Douglass production function, coefficient of variation (CV) and Contingent Valuation Method (CVM). The results showed that land area and liquid pesticides significantly and positively influenced rice production in Karangdowo District, Klaten Regency. The coefficient of variation (CV) is 0.042 (4.2%), means that the production risk faced by farmers is low because the CV value is below 50%. Then, the maximum amount of farmers' willingness to pay for AUTP premium is IDR 45.373/ha/MT. This value is higher than the self-funded premium (IDR 36.000/ha/MT) with a difference of IDR 9.373. When compared to the total premium (IDR 180.000/ha/MT), the WTP value is still much lower with a difference of IDR 134.627.

Kata Kunci : Asuransi, Padi, Produksi, Risiko, Kesediaan Membayar

  1. S2-2024-453012-abstract.pdf  
  2. S2-2024-453012-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-453012-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-453012-title.pdf