Laporkan Masalah

Pengaruh Elektrifikasi terhadap Tingkat Kemiskinan di Kawasan Indonesia Timur

Triyandita Kusuma Harlianda, Prof. Dr., Samsubar Saleh, M.Soc.Sc

2024 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Rasio elektrifikasi di Indonesia bagian timur masih jauh di bawah rata-rata nasional, dan kesenjangan juga terjadi antara perdesaan dan perkotaan. Pembangunan kelistrikan dan kebijakan energi listrik telah dilakukan selama ini, tetapi belum efektif menurunkan kemiskinan dan memperbaiki distribusi pendapatan secara merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elektrifikasi terhadap tingkat kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia, dengan menggunakan data panel. Data panel terdiri dari provinsi di KTI dan 14 tahun penelitian (2010-2023). Data penelitian didapat dari website Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sumber Daya Energi dan Mineral (ESDM), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan. Analisis dilakukan menggunakan fixed effect model untuk melihat pengaruh elektrifikasi perkotaan dan perdesaan terhadap tingkat kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia. Hasil uji didapatkan bahwa elektrifikasi perkotaan berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kawasan Indonesia Timur, sedangkan elektrifikasi perdesaan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kawasan Indonesia Timur. Pemerintah perlu mempercepat program elektrifikasi di daerah-daerah tertinggal dan memberikan subsidi untuk instalasi listrik serta paket listrik terjangkau. Selain itu, perlu didorong penggunaan energi terbarukan di daerah terpencil untuk menarik investasi swasta dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

The electrification ratio in Eastern Indonesia is still well below the national average, with disparities also evident between rural and urban areas. Although efforts have been made to develop electricity infrastructure and implement energy policies, they have not effectively reduced poverty or improved income distribution. This study aims to analyze the impact of electrification on poverty levels in Eastern Indonesia using panel data. The panel data includes provinces in Eastern Indonesia and covers a 14-year period (2010-2023). The research data is sourced from the Statistics Indonesia (BPS) website, the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM), the Investment Coordinating Board (BKPM), and the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK) of the Ministry of Finance. Analysis is conducted using the fixed effect model to assess the impact of urban and rural electrification on poverty levels in Eastern Indonesia. The results indicate that urban electrification has a significant negative impact on poverty levels in Eastern Indonesia, while rural electrification does not have a significant effect. The government needs to accelerate electrification programs in underserved areas and provide subsidies for electricity installations and affordable electricity packages. Additionally, promoting the use of renewable energy in remote areas is essential to attract private investment and support economic growth.

Kata Kunci : elektrifikasi, kemiskinan, perdesaan, perkotaan

  1. S2-2024-509985-abstract.pdf  
  2. S2-2024-509985-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-509985-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-509985-title.pdf