Laporkan Masalah

Kajian Keputusan Petani dalam Menentukan Rantai Nilai Hasil Produksi Pertanian Nanas di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri

Arum Sari Widiastuti, Dr. Rika Harini, S.Si., MP. ; Dr. Sudrajat, S.Si., MP

2024 | Tesis | S2 Geografi

Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, menjadi salah satu wilayah utama di Jawa Timur yang memproduksi nanas di Indonesia. Produksi nanas yang tinggi di Kecamatan Ngancar tidak hanya berdampak pada perekonomian lokal, tetapi juga memiliki pengaruh yang signifikan di tingkat regional dan nasional. Pertanian nanas di wilayah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti geografis, ekonomi, sosial, dan budaya, yang memberi tantangan tersendiri bagi para petani.

Rantai nilai pertanian nanas di Kecamatan Ngancar menjadi penting untuk diidentifikasi guna menemukan potensi perbaikan dan peluang pengembangan dalam produksi dan usaha nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pertanian nanas, menganalisis variasi pola rantai nilai hasil, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam menentukan pola rantai nilai hasil produksi pertanian nanas di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Sampel yang digunakan terdiri dari 70 petani yang dipilih melalui teknik random sampling dan snowball.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanian nanas di Desa Sempu menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan lahan, namun memiliki potensi yang baik dalam mendukung penghidupan petani. Petani di desa ini juga melakukan diversifikasi dengan menggarap komoditas lain sebagai strategi untuk mengurangi risiko. Meskipun dominasi tengkulak dalam pemasaran menjadi perhatian, petani nanas cenderung mandiri dalam pola rantai nilai, yang dapat memperkuat keberlanjutan usaha pertanian dalam jangka panjang. Faktor-faktor seperti usia petani, pendidikan, luas lahan, pengalaman bertani, tanggungan keluarga, keikutsertaan dalam paguyuban, kondisi pasar, tingkat persaingan, fluktuasi harga pasar, dan kondisi infrastruktur serta transportasi merupakan determinan penting dalam menentukan pola rantai nilai hasil produksi pertanian nanas. Kesimpulannya, variasi dalam pola rantai nilai hasil produksi pertanian nanas di Desa Sempu mencerminkan dinamika pasar yang menarik dengan potensi untuk terus meningkatkan kemandirian petani serta keberlanjutan usaha pertanian dalam jangka panjang.

Sempu Village, located in Ngancar District, Kediri Regency, is one of the main pineapple-producing areas in East Java, Indonesia. The high pineapple production in Ngancar District not only impacts the local economy but also significantly influences the regional and national levels. Pineapple farming in this area is shaped by various geographical, economic, social, and cultural factors, each presenting unique challenges for the farmers.


The pineapple value chain in Ngancar District is crucial to identify in order to uncover potential improvements and development opportunities in production and business operations. This research aims to assess the condition of pineapple farming, analyze the variations in value chain patterns, and examine the factors influencing farmers' decisions regarding the production value chain in Sempu Village, Ngancar District. The study employed both quantitative and qualitative methods, with a sample of 70 farmers selected through random sampling and snowball techniques.


The findings reveal that pineapple farming in Sempu Village faces several challenges, such as limited land, but holds significant potential for supporting farmers' livelihoods. Farmers also engage in diversification by cultivating other commodities as a strategy to mitigate risk. Although the dominance of middlemen in marketing is a concern, pineapple farmers generally exhibit self-reliance in managing their value chain, which can strengthen the long-term sustainability of their farming businesses. Factors such as the farmers' age, education, land size, farming experience, family dependents, participation in farmer groups, market conditions, competition levels, price fluctuations, and infrastructure and transportation conditions are key determinants in shaping the value chain patterns of pineapple production. In conclusion, the variations in the pineapple production value chain in Sempu Village reflect dynamic market conditions with the potential to further enhance farmer independence and long-term agricultural sustainability.

Kata Kunci : Pertanian Nanas, Kecamatan Ngancar, Rantai Nilai Hasil Produksi

  1. S2-2024-500766-abstract.pdf  
  2. S2-2024-500766-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-500766-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-500766-title.pdf