Inisiatif Konservasi Oleh Masyarakat Pesisir Dalam Rehabilitasi Mangrove Di Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung Kabupaten Demak
TEGAR PRADITA PUTRA, Ir. Kristiani Fajar Wianti, S.Hut., M.Si., IPM.
2024 | Skripsi | KEHUTANAN
Pemanasan global berdampak signifikan pada pesisir
Desa Timbulsloko. Hal itu mengakibatkan abrasi sehingga banyak lahan dari
masyarakat tenggelam. Untuk beradaptasi, salah satu cara yang digunakan
masyarakat desa adalah dengan rehabilitasi mangrove. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui proses inisiatif konservasi dalam rehabilitasi mangrove dan
kegiatan apa saja yang dilakukan masyarakat dalam rehabilitasi mangrove,
harapannya bisa menjadi contoh bagi desa lain yang menghadapi masalah serupa
untuk strategi pengembangan dalam rehabilitasi mangrove. Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pengumpulan data
melalui wawancara mendalam dan pemilihan responden menggunakan purposive
sampling dengan kriteria yang sudah ditentukan. Teknik pengambilan data
menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan
dengan teknik penggabungan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Untuk validitas data menggunakan tirangulasi teknik yakni wawancara, observasi,
dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses inisiatif masyarakat
dimulai dengan konsientisasi, ketika mereka menyadari perubahan setelah melihat
dampak negatif dari masuknya air limbah yang merusak tambak tanpa mangrove.
Selanjutnya memicu proses mobilisasi untuk menyebarkan informasi tentang
manfaat mangrove bagi tambak. Rehabilitasi mangrove di tambak kemudian
diterapkan pada tahun 1996 hingga 2002. Jebolnya tanggul yang menghancurkan
tambak membuat masyarakat evaluasi, mereka belajar pentingnya tanggul dan
melanjutkan rehabilitasi mangrove sebagai pemecah abrasi alami. Masyarakat
melakukan kegiatan seperti penanaman mangrove, pembuatan peraturan desa, dan
pemanfaatan hasil mangrove. Disarankan agar sosialisasi terkait perdes
ditingkatkan, pasar untuk bibit dan produk olahan mangrove dikembangkan, serta
dokumentasi dan pendataan kegiatan rehabilitasi dilakukan secara menyeluruh.
Global warming has
significantly impacted the coast of Timbulsloko Village, causing erosion that
has submerged much of the community's land. To adapt, the villagers have turned
to mangrove rehabilitation as a solution. This research aims to understand the
conservation initiatives in mangrove rehabilitation and the activities
undertaken by the community. It is hoped that this can serve as a model for
other villages facing similar challenges in developing strategies for mangrove
rehabilitation. The research uses a qualitative approach, collecting data
through in-depth interviews and selecting respondents using purposive sampling
based on predetermined criteria. Data collection methods include observation,
interviews, and documentation. Data analysis involves techniques such as
combining, reducing, presenting data, and drawing conclusions. For data
validity, triangulation techniques were used, including interviews, observation,
and documentation. The results show that the community's initiative process
began with conscientization, where they recognized the need for change after
witnessing the damage caused by wastewater to ponds without mangroves. This
awareness led to a mobilization process to disseminate information about the
benefits of mangroves for ponds. Mangrove rehabilitation in the ponds was
implemented from 1996 to 2002. The breach of the embankment, which destroyed
the ponds, prompted the community to evaluate and understand the importance of
embankments, continuing mangrove rehabilitation as a natural barrier against
erosion. The community's activities include planting mangroves, creating
village regulations, and utilizing mangrove products. It is recommended to enhance
socialization regarding village regulations, develop markets for mangrove seeds
and processed products, and thoroughly document rehabilitation activities.
Kata Kunci : Pemanasan global, proses inisiatif, rehabilitasi mangrove