Laporkan Masalah

Hubungan antara pola konsumsi protein dan Fe dengan daya tahan jantung paru atlet sepak bola PS. Semen Padang Tahun 2003

KUSUMAWATI M, Dr.dr. B.M. Woro Kushartanti

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: daya tahan jantung-paru yang rendah akan cepat mengurangi kecepatan dan ketrampilan bermain sepakbola. Daya tahan jantung-paru yang baik merupakan faktor penting dalam latihan dan pertandingan untuk mencapai prestasi optimal bagi atlet sepakbola profesional PS. Semen Padang. Protein dan Fe sebagai unsur penunjang pembentukan hemoglobin. Hemoglobin dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan jantung-paru. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi protein dan Fe dengan daya tahan jantung-paru atlet sepakbola profesional PS. Semen Padang Tahun 2003. Metode: jenis penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional pada 23 orang atlet sepakbola PS. Semen Padang. Variabel penelitian terdiri dari pola konsumsi protein dan Fe, kadar hemoglobin dan daya tahan jantungparu. Analisis menggunakan uji regresi, kai-kuadrat, uji linear berganda dan korelasi parsil. Hasil: tidak ada hubungan antara pola konsumsi protein (p=0,683) dan pola konsumsi Fe (p=0,168) dengan kadar hemoglobin; ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan daya tahan jantung-paru (p=0,022); tidak ada hubungan antara pola konsumsi protein (p=0,395) dengan daya tahan jantung-paru; ada hubungan sangat bermakna antara pola konsumsi Fe dengan daya tahan jantung-paru (p=0,009). Kesimpulan: Pola konsumsi protein yang sesuai dengan kebutuhan atlet maka daya tahan jantung-paru atlet baik; Semakin tinggi konsumsi Fe atlet maka daya tahan jantung-paru atlet semakin tinggi.

Background: Low cardiorespiratory endurance will decrease the speed and skill in playing soccer. Good cardiorespiratory endurance is important factor in exercise and competition to reach the optimal achievement of the PS. Semen Padang soccer team players. Protein and Fe constitute a supporting factor in forming haemoglobin which is needed for increasing the cardiorespiratory endurance. Objective: This study was aimed at finding out the correlation between protein and Fe consumption patterns with the cardiorespiratory endurance of Semen Padang soccer team players in 2003. Methods: This was cross-sectional design of 23 PS. Semen Padang soccer team players. The variables were protein and Fe consumption patterns, haemoglobin concentration and cardiorespiratory endurance. The analysis methods were regression test, Chi-square, multiple linier test, and partial correlation. Result: There was no correlation between protein (p=0,683) and Fe (p=0,168) consumption patterns with haemoglobin concentration; there was correlation between hemoglobin concentration with the cardiorespiratory endurance (p=0,022); there was no correlation between protein consumption pattern (p=0,395) with the cardiorespiratory endurance; there was significant correlation between Fe consumption pattern with the cardiorespiratory endurance (p=0,009). Conclusion: Good cardiorespiratory endurance was caused by the appropriateness of protein consumption with regard to the athletes needs; The higher athletes Fe consumption, the higher cardiorespiratory endurance.

Kata Kunci : Gizi Atlet, Daya Tahan Paru, Pola Konsumsi Fe dan Protein


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.