Deteksi Antimicrobial Resistance Gene Enteropatogen yang Diisolasi dari Tanaman Hortikultura dengan Pemupukan Kotoran Sapi
Sarwan Adi Kusumo, Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc.; Prof. dr. Titik. Nuryastuti, M.Si.,. Ph.D, SpMK(K).
2024 | Tesis | S2 Bioteknologi
Penggunaan kotoran ternak sebagai pupuk diperhitungkan sebagai salah
satu penyebab penyebaran residu antibiotik, antibiotic resistant bacteria,
dan antimicrobial resistance gene (ARG) di sistem pertanian. Bakteri
patogen yang resistensi terhadap antibiotik ditemukan pada kotoran ternak dan
tanaman hortikultura di Indonesia. Kotoran sapi dan kompos dari kotoran sapi
didapatkan dari peternak skala kecil di Yogyakarta dan peternakan intensif di
Lampung. Kotoran sapi dan kompos diaplikasikan sebagai pupuk pada selada dan
bawang merah. Bakteri diisolasi dari kotoran sapi, kompos, dan tanaman hasil
pemupukan menggunakan media selektif (EMB, SSA, TCBS, dan MacConkey Agar).
Deteksi ARG dilakukan pada komunitas bakteri yang tumbuh dengan primer tetW,
vanT_C2, aadA7, dan ermX2. Koloni bakteri yang mengkode
ARG disubkultur untuk kemudian diidentifikasi dengan sequencing 16S rRNA. Uji
sensitivitas antimikroba dilakukan pada bakteri yang telah teridentifikasi
dengan metode difusi cakram terhadap tetracycline HCl, streptomycin sulfat, dan
kanamycin sulfat. Kosakonia sp. (yang memiliki gen resistensi tetW,
vanTC2, dan ermX2) dan Klebsiella aerogenes (yang memiliki
gen resistensi tetW dan ermX2) ditemukan pada akar selada yang
dipupuk dengan feses sapi peternakan Yogya. Pseudomonas aeruginosa yang
memiliki gen resistensi tetW dan ermX2 ditemukan pada daun selada
yang dipupuk dengan feses sapi peternakan Yogya. Kosakonia sp. (yang
memiliki gen resistensi tetW, vanTC2, dan ermX2) dan Citrobacter
amalonaticus (yang memiliki gen resistensi tetW) ditemukan
pada daun selada yang dipupuk dengan feses sapi peternakan Lampung. Proteus
myxofaciens (yang memiliki gen resistensi tetW dan ermX2) ditemukan
pada kompos dari feses sapi peternakan Lampung. Semua isolat dalam ordo
Enterobacterales menyandi tetW namun menunjukkan sensitivitas terhadap tetracycline,
kecuali Proteus myxofaciens yang intemediet. Semua isolat dalam ordo
Enterobacterales tidak menyandi aadA7 namun Kosakonia sp. dan Citrobacter
amalonaticus menunjukkan intemediet terhadap kanamycin dan resistensi
terhadap streptomycin.
The use of livestock manure as fertilizer is one of the causes of the
spread of antibiotic residues, antibiotic resistant bacteria, and antimicrobial
resistance genes (ARG) in agricultural systems. Pathogenic bacteria that are
resistant to antibiotics were found in livestock manure and horticultural
plants in Indonesia. Cattle manure and compost from cattle manure were obtained
from small-scale farmers in Yogyakarta and intensive farms in Lampung. Cattle
manure and compost are applied to fertilize lettuce and shallot. Bacteria were
isolated from cattle manure, compost, and fertilized plants using selective
media (EMB, SSA, TCBS, and MacConkey Agar). ARG detection was carried out on
bacterial communities growing with primers tetW, vanT_C2, aadA7,
and ermX2. Bacterial colonies with ARGs ARGs were subcultured and then
identified by 16S rRNA sequencing. Antimicrobial susceptibility tests were
carried out on the identified bacteria using the disc diffusion method against
tetracycline HCl, streptomycin sulphate, and kanamycin sulphate. Kosakonia
sp. (with ARGs tetW, vanTC2, and ermX2) and Klebsiella
aerogenes (with ARGs tetW and ermX2) were found on lettuce
roots fertilized with cattle manure from Yogya. Pseudomonas aeruginosa with
ARGs tetW and ermX2 were found on lettuce leaves fertilized with
cattle manure from Yogya. Kosakonia sp. (with ARGs tetW, vanTC2,
and ermX2) and Citrobacter amalonaticus (with ARGs tetW)
were found on lettuce leaves fertilized with the cattle manure from Lampung. Proteus
myxofaciens (with ARGs tetW and ermX2) was found in compost
from the cattle manure from Lampung. All isolates in the order Enterobacterales
encoded tetW but showed sensitivity to tetracycline, except Proteus
myxofaciens which was intermediate. All isolates in the order Enterobacterales
did not encode aadA7 but Kosakonia sp. and Citrobacter
amalonaticus showed intermediate to kanamycin and resistance to
streptomycin.
Kata Kunci : antimicrobial resistance gene, enteropatogen, kotoran sapi