Penentuan Kesesuaian Mutu Pascapanen Buah Naga Merah Untuk Tujuan Ekspor Berdasarkan Lokasi Geografis Dan Umur Panen
UMI ROHMATUN NASYIKHAH, Dr. Fahrizal Yusuf Affandi, S.T.P., M.Sc.
2024 | Tugas Akhir | D4 Pengembangan Produk Agroindustri
Buah naga
merah menjadi salah satu komoditas yang dapat bersaing dalam pasar ekspor. Mutu
buah naga merah untuk ekspor perlu diperhatikan baik dari segi penampilan
maupun kandungannya. Lamanya waktu perjalanan ekspor menyebabkan buah menjadi
mudah mengalami penurunan mutu. Diperlukan pengujian dan penetapan mutu buah
naga merah yang baik untuk kebutuhan ekspor. Langkah yang digunakan untuk
mempertahankan mutu buah yaitu dengan penyimpanan menggunakan metode dingin. Paremeter
yang digunakan dalam penentuan mutu antara lain, pengujian susut bobot, kondisi
kesegaran buah dan sirip, kekerasan kulit dan daging buah, warna daging buah
dan kulit, kadar TPT, serta kadar betasianin.
Buah naga
dipanen berdasarkan umur panen dan lokasi yang berbeda untuk mengetahui faktor
yang dapat mempengaruhi keragaman mutu. Wilayah lokasi penanaman meliputi, dataran
tinggi, dataran rendah dan daerah pesisir di Banyuwangi. Umur panen yang
digunakan meliputi, 31 HSA, 33 HSA, dan 35 HSA. Penyimpanan sampel dilakukan
dengan metode pendinginan pada suhu 8°C selama 35 hari sesuai dengan lama
perjalanan ekspor. Pengujian sampel dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil pengujian
menunjukkan bahwa lokasi penanaman buah naga berpengaruh secara signifikan
terhadap parameter perubahan mutu meliputi, susut bobot, warna kulit dan daging
buah, kadar TPT serta kadar betasianin. Buah dengan umur panen 31 HSA dari
wilayah dataran tinggi memiliki mutu yang paling baik.
Red dragon fruit is one
commodity that can compete in the export market. The quality of red dragon
fruit for export must be considered in terms of appearance and content. The
long export travel time causes the fruit to easily decline in quality. It is
necessary to test and determine the good quality of red dragon fruit for export
needs. The step used to maintain fruit quality is storage using the cold
method. The parameters used in determining quality include testing for weight
loss, freshness of fruit and fins, hardness of peel and flesh fruit, color of skin
and flesh fruit, TSS content, and betacyanin content.
Dragon fruit is
harvested based on different harvest times and locations to determine factors
that can influence quality variations. Planting locations include the
highlands, middle plains and coastal plains in Banyuwangi. The harvest times used
include 31 DAA, 33 DAA, and 35 DAA. Sample storage is carried out using the
cooling method at a temperature of 8°C for 35 days according to the length of
the export trip. Sample tests were analyzed using ANOVA. The test results
showed that the location of dragon fruit planting had a significant effect on
quality change parameters including weight loss, peel and flesh color, TSS
levels and betacyanin levels. Fruit with a harvest age of 31 DAA from the
highland areas has the best quality.
Kata Kunci : Buah Naga Merah, Lokasi Geografis, Mutu, Umur Panen