Laporkan Masalah

Pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode diskusi kelompok dan demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan sikap dan perilaku keluarga dalam menemukan tersangka penderita tuberkulosis paru

RIDESMAN, Dra. Muhana Sofiati Utami, MS

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang. Studi WHO menunjukkan bahwa epidemi tuberkulosis (TB) saat ini di Asia, terdapat 4,5 juta kasus, berarti lebih dari setengah kasus TB di dunia. Di Indonesia pada umumnya dan di Propinsi Sumatera Utara khususnya salah satu masalah yang krusial dalam program penanggulangan TB adalah rendahnya temuan kasus TB, karena belum optimalnya upaya penemuan tersangka penderita TB. Oleh karena itu perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan kesehatan, agar masyarakat mau dan mampu menemukan tersangka penderita TB. Tujuan. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan temuan penderita TB di Sumatera Utara dengan pemberdayaan keluarga penderita TB melalui pendidikan kesehatan. Secara khusus untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode diskusi kelompok dan demonstrasi terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga penderita TB dalam menemukan tersangka penderita TB di masyarakat. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan rancangan pretest dan postest menggunakan kelompok pembanding eksternal. Sampel diambil secara total populasi dari populasi keluarga penderita TB yang memenuhi kriteria. Melalui random assignment sampel dikelompokkan menjadi 2 kelompok perlakuan yakni kelompok pendidikan kesehatan menggunakan metode diskusi kelompok dan demonstrasi, dan kelompok pendidikan kesehatan menggunakan metode diskusi kelompok. Hasil. Rerata skor pengetahuan, sikap dan perilaku saat pretest pada kedua kelompok tidak berbeda secara bermakna. Rerata skor pengetahuan, sikap dan perilaku saat postest-1 pada kedua kelompok mengalami peningkatan dari pretest, meskipun diantara kedua kelompok tidak berbeda secara bermakna. Rerata skor pengetahuan dan perilaku saat postest-2 pada kedua kelompok mengalami peningkatan dari postest-1, tetapi tidak ada perbedaan bermakna diantara kedua kelompok. Rerata skor sikap pada kedua kelompok tidak mengalami peningkatan bermakna dari postest-1 ke postest-2. Kesimpulan. Pendidikan kesehatan menggunakan metode diskusi kelompok dan demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga penderita TB dalam menemukan tersangka penderita TB, dan tidak ada perbedaan kedua cara penggunaan metode tersebut (diskusi kelompok dan demonstrasi atau diskusi kelompok saja) dalam mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga penderita TB dalam menemukan tersangka penderita TB.

Background: A study of WHO showed that tuberculosis (TB) epidemic in Asia nowadays reached up to 4, 5 million cases, which is more than half of TB cases in the world. In Indonesia, generally, and in the province of North Sumatera, especially, one of the crucial problems in the TB control program is the low case finding. Therefore, communities’ empowerments through health education need to be implemented in order them to be willing and able to find the TB suspected case. Objective: The general objective of this research was aimed to increase the case finding of TB in North Sumatera with TB patients’ family empowerment through health education. The specific objective of this research was to find out the influence of health education that used methods of group discussion and demonstration toward knowledge, attitude and behavior of TB patients’ family in order to find out the TB suspected case in the community. Method: This was a quasi experimental research with pretest and posttest design that used external control group. The sample was taken with total population from the population of TB patient’s family. Through random assignment, sample was classified into two treatment groups that was group of health education that used methods of group discussion and demonstration, as well as group of health education that used group discussion method. Result: There was no significant difference between mean value of knowledge, attitude and behavior of both groups in the pretest. There was an increasing of mean value of knowledge, attitude and behavior of both groups in posttest 1 although there was no significant difference between both of the groups. There was an increasing of the mean value of knowledge and behavior in posttest 2 although there was no significant difference between both of the groups. Indeed, there was no significant increasing of the mean value of attitude in both of the groups from posttest 1 to posttest 2. Conclusion: Health education that used methods of group discussion and demonstration, whether it was used respectively or combined could improve knowledge, attitude and behavior of TB patient’s family in finding the TB suspected case, and there was no difference between the two ways of methods utilization in influencing knowledge, attitude and behavior of TB patient’s family in finding the TB suspected case.

Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan,Perilaku Sehat dan Demonstrasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.