Laporkan Masalah

Upaya peningkatan penggunaan obat generik di Rawat Inap Kelas III RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta

SUYATI, Erna, Dra. I.M. Sunarsih, SU

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Pelaksanaan kebijakan penggunaan obat generik di Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah ditetapkan dengan Keputusan Direktur nomor : 1521/E-IV/SK.3.2/VII/2001 tanggal 16 Juli 2001 tentang Kewajiban Menulis Resep dan/atau Menggunakan Obat Generik RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta khususnya untuk pasien kelas III. Pelaksanaan kebijakan penggunaan obat generik tersebut belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian terhadap prosentase penulisan resep generik yang diambil dari data awal secara acak pada tahun 2002 ternyata masih rendah yaitu 6,90%. Dengan melakukan intervensi kombinasi edukasi dan manajerial diharapkan dapat meningkatkan prosentase peresepan generik. Tujuan dari penelitian ini mengukur dampak intervensi kombinasi edukasi dan manajerial pada pelaku peresepan terhadap penggunaan obat generik di Rawat Inap klas III. Penelitian menggunakan rancangan Pre-Post test tanpa kelompok kontrol. Intervensi diberlakukan pada satu kelompok, dengan penilaian sebelum dan sesudah intervensi yang berupa kombinasi intervensi edukasi berupa pertemuan sosialisasi obat generik dan intervensi manajerial berupa umpan balik untuk pelaku peresepan di klas III. Sebagai pendukung dalam penilaian dilakukan wawancara mendalam kepada beberapa pelaku peresepan perihal kebijakan tersebut. Hasil penelitian dengan uji paired t-test maka antara sebelum dan sesudah dilaksanakan intervensi edukasi menunjukkan peningkatan persentase penulisan generik secara bermakna (p < 0,05) sedangkan intervensi manajerial menunjukkan peningkatan persentase penulisan generik secara tidak bermakna (p > 0,05). Pelaksanaan wawancara selain mendukung hasil evaluasi persentase generik juga mempunyai pengaruh peningkatan persentase generik secara bermakna (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan intervensi kombinasi edukasi dan manajerial, serta pelaksanaan wawancara kepada pelaku peresepan efektif dalam meningkatkan persentase penulisan obat generik, namun perlu dilakukan intervensi secara berkesinambungan.

Background: The implementation of generic drug use policy in PKU Muhammadiyah Yogyakarta general hospital was stimulated by number : 1521/E.IV/SK.3.2/VII/2001 July 16 th, 2001, concerning the obligation to prescribe generic drug PKU Muhammadiyah Yogyakarta general hospital, especially for the 3rd class impattientward. The implementation of generic drug use policy was not far from expectation. Data could be seen from value result for generic drug writing showed that percentage generic drug use out year 2002 was still low (6,9%), Compare to generic drug use in private hospital in Yogyakarta combination between education and managerial intervention were employed to improve generic prescription. The aim of the study was to measure the impact of education and managerial intervention to increase generic drug prescription in the 3rd class impattientward. Methods: This study was a quasi experimental, pre-post test design without control group. The paired t-test was employed to analyse the result between pre and post intervention.Type of intervention used were generic drug sosialisation and managerial intervention. The Type of feed back for prescribers in 3rd class impattientward to explore the reason behind prescription pattern was used an indepth interview to 6 prescibers. Result: Result of the study showed that by paired t-test pre and post with educative intervention is significant (p < 0,05) but managerial intervention is not significant (p > 0,05) in improving the generic drug prescription. The indepth interview implementation beside to supporting the result of generic drug evaluating also have impact of generic drug prescription increase as significant (p < 0,05). Conclusion: The implementation of the combination educative and managerial intervention, with the indepth interview to prescribers could be effective to improve generic drug prescription, but was needed continous intervention.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Rawat Inap Kelas III,Obat Generik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.