KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PERSPEKTIF ETIKA LINGKUNGAN EKOSENTRISME
Raihan Chaerani Putri Budiman, Dr. Lailiy Muthmainnah, S.Fil., M.A.
2024 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat
Pengelolaan sampah
rumah tangga di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi isu penting seiring
dengan meningkatnya volume sampah akibat pertumbuhan populasi dan urbanisasi
yang pesat. Sampah domestik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga terus
meningkat setiap harinya, menciptakan tantangan besar dalam pengelolaan dan
penanganannya. Kebiasaan masyarakat yang cenderung membuang sampah sembarangan
dan kurangnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik turut
memperburuk masalah ini, sehingga diperlukan adanya kebijakan yang efektif.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi
kebijakan pengelolaan sampah rumah tangga di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
dari perspektif Ekosentrisme.
Objek material
pada penelitian ini adalah Kebijakan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang tertuang pada Peraturan Daerah No. 3
tahun 2013. Adapun objek formal yang digunakan adalah Etika Lingkungan
Ekosentrisme.. Penelitian ini merupakan penelitian filosofis mengenai
masalah aktual yang bersumber
dari data pustaka. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode hermeneutika filosofis dengan unsur-unsur
metodis deskripsi, interpretasi, heuristika, serta refleksi
kritis.
Berdasarkan
penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: Pertama, sebagian besar masyarakat masih
memandang sampah sebagai bahan sisa yang tidak berguna, sehingga harus dibuang
atau dibakar. Kedua, Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2013
tentang pengelolaan sampah rumah tangga didasarkan pada paradigma
antroposentrisme, yang menekankan kesejahteraan manusia. Meskipun berorientasi
antroposentris, kebijakan ini mulai mengintegrasikan elemen ekosentrisme seperti
teknologi ramah lingkungan dan partisipasi masyarakat. Ketiga,
elemen-elemen ekosentrisme dalam kebijakan ini tercermin pada prinsip-prinsip
gerakan lingkungan hidup yang menekankan bahwa semua komponen ekosistem
memiliki nilai intrinsik yang setara. Pendekatan ekosentrisme mendorong
perubahan pandangan dan praktik pengelolaan sampah dari sekadar mengelola
limbah menjadi upaya pelestarian lingkungan yang holistik.
Household
waste management in the Special Region of Yogyakarta Province has become an
important issue as the volume of waste increases due to population growth and
rapid urbanization. Domestic waste generated from household activities
continues to increase every day, creating major challenges in managing and
handling it. People's habits of tending to throw rubbish carelessly and a lack
of awareness of the importance of good waste management also exacerbate this
problem, so effective policies are needed. Based on these problems, this
research aims to explore household waste management policies in the Special
Region of Yogyakarta Province from an Ecocentrism perspective.
The
material object in this research is the Household Waste Management Policy in
the Special Region of Yogyakarta Province as stated in Regional Regulation No.
3 of 2013. The formal object used is Ecocentrism Environmental Ethics. This
research is a philosophical research regarding actual problems sourced from
library data. The method used in this research is the philosophical
hermeneutics method with methodical elements of description, interpretation,
heuristics and critical reflection.
Based
on the research that has been carried out, it can be concluded that: First,
the majority of people still view waste as useless waste material, so it must
be thrown away or burned. Second, Regional Regulation No. 3 of 2013
concerning household waste management is based on the anthropocentrism
paradigm, which emphasizes human welfare. Although anthropocentric in
orientation, this policy is starting to integrate elements of ecocentrism such
as environmentally friendly technology and community participation. Third,
the elements of ecocentrism in this policy are reflected in the principles of
the environmental movement which emphasizes that all ecosystem components have
equal intrinsic value. The ecocentrism approach encourages changes in views and
practices in waste management from simply managing waste to holistic
environmental preservation efforts.
Kata Kunci : kebijakan, pengelolaan sampah rumah tangga, ekosentrisme.