Laporkan Masalah

Evaluasi penatalaksanaan kasus ISPA anak di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Daerah Brigjen. Hasan Basry Kandangan Kalimantan Selatan

RASYIDAH, Dra. I.M. Sunarsih, SU

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : ISPA adalah salah satu dari 10 penyakit terbanyak di kunjungan rawat jalan rumah sakit. Anggaran Rumah Sakit untuk pembelian antibiotik 47% dari keseluruhan anggaran pembelian obat. Penatalaksanaan kasus ISPA selama ini belum pernah dievaluasi apakah sesuai standar atau tidak. Keluhan masyarakat tentang mahalnya biaya pengobatan bisa disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Metode : Penelitian ini adalah Quasi Experiment tanpa kontrol dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif sebagai suplemen dengan mengevaluasi penatalaksanaan ISPA di Rumah Sakit Hasan Basry Kandangan meliputi pemeriksaan fisik dengan mengukur suhu tubuh dan menghitung jumlah respirasi permenit serta pemberian terapi antibiotik dan antipiretik. Standar yang dipakai sebagai acuan adalah standar penatalaksanaan ISPA Depkes 1998. Pengambilan data 1 bulan sebelum intervensi dan 2 ½ bulan sesudah intervensi. Bentuk intervensi yang diberikan adalah edukasi dengan diskusi kelompok kecil dan menejerial dengan surat dari direktur. Hasil : Penatalaksanaan kasus ISPA anak diunit rawat jalan di RSUD Brigjend. Hassan Basry Kandangan belum sesuai dengan standar Depkes. Tidak semua pasien diperiksa suhu dan respirasi permenit dan semua kasus ISPA non pneumoni diberikan antibiotik. Pemberian antipiretik juga belum sesuai standar. Intervensi edukasi dan manajerial hanya efektif merubah pemeriksaan fisik dengan menghitung jumlah nafas permenit, tidak efektif untuk pemeriksaan suhu dan pemberian antibiotik serta antipiretik. Kesimpulan : Penatalaksanaan ISPA di RSUD Brigjend. Hassan Basry belum sesuai standar Depkes. Intervensi edukasi dan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap penatalaksanaan ISPA.

Background : ARI is one of the major diseases found in the out patient service in hospital. Budget of the hospital to purchase antibiotic was 47% from the whole budget of drug purchasing. The treatment of ARI during this time has never been evaluated whether it was match to standard or not. Communities’ complaint regarding the expensive cost of treatment could be caused by the irrational use of antibiotic. Methods : This research was aimed to identify management of ARI in Brigjend. Hassan Basry Local Public Hospital that consist as well as of examination for body temperature and inspection of respiration rate with antibiotic and antipyretic therapy. Standard therapy that used as the guidance was the standard of ARI management of Ministry of Health 1998. Intervention given were education with focus small group discussion and management letter from director to improve Quality management of ARI. Result : The Management of ARI in Brigjend. Hassan Basry Local Public Hospital was not yet fulfilled the standard management of Ministry of Health. Intervention was effective influenced the management of ARI for inspection respiration rate but it was not effective for examination for body temperature as well as antibiotic and antipyretic therapy. Conclusion : The management of ARI in Brigjend. Hassan Basry Local Public Hospital was not yet fulfilled the standard of ARI management of Ministry of Health. Education and managerial Intervention was not significan influenced the management of ARI.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Unit Rawat Jalan,Kasus ISPA,Management of ARI, intervention


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.