Orientasi pengembangan pariwisata untuk mendorong pembangunan daerah Sumatera Barat
Nofriwan, Drs. Sujali, M.S.; Drs. Agus Sutanto, M.Sc
2002 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPariwisata akan mampu tumbuh dan berkembang apabila ada usaha-usaha pengembangan yang terencana, terpola dan terpadu dalam usaha pengembangannya. Penelitian dengan judul Orientasi Pengembangan Pariwisata Untuk Mendorong Pembangunan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat dilakukan di kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik obyek wisata, ketersedian fasilitas usaha-usaha pengembangan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah serta bagaimana kontribusinya terhadap pembangunan daerah, hal ini sebagai acuan dalam membuat orietasi pengembangan obyek wisata kearah yang lebih baik. Data yang digunakan dalam penelitian berupa data skunder dan ditambah data pelengkap berupa observasi kebeberapa obyek wisata dan melakukan wawancara tidak terstruktur dengan pihak-pihak yang bergerak dalam kegiatan pariwisata. Unit analisis adalah sektor pariwisata berupa kajian terhadap obyek wisata bahari, obyek wisata alam dan budaya serta sarana dan prasarana penunjang kegiatan pariwisata. Jumlah obyek wisata yang diteliti berjumlah 20 obyek, berupa 12 obyek wisata bahari, 4 obyek wisata alam dan 4 obyek wisata budaya. Semua obyek dilakukan penilaian potensi masing-masing obyek dengan menggunakan analisis potensi Intemal, eksternal, analisis penskalaan dan analisis Tipologi. Dengan diketahui tingkat potensi masing-masing obyek maka dijadikan acuan untuk orientasi pengembangan pariwisata. Dari hasil penelitian terhadap 20 obyek wisata maka obyek wisata bahari mempunyai potensi wisata paling besar diikuti oleh obyek wisata alam dan budaya. Untuk obyek wisata bahari ada 4 obyek wisata yang rnempunyai potensi paling besar berupa obyek wisata Pulau Cubadak, Pulau Panggang, Pantai Carocok Painan dan Pantai Mandeh Resort, sedangkan untuk obyek wisata alam terdapat 3 obyek wisata potensial antara lain obyek wisata Jembatan Akar, Tarnan Nasional Kerinci Seblat dan Air Terjun Bayang Sani Indah, dan untuk obyek wisata budaya berupa obyek wisata Rumah Gadang Mande Rubiah dan Kuburan Rajo Cinduamato, masing-masing obyek wisata mempunyai potensi paling besar baik potensi internal, ekstemal dan ketersediaan fasilitas. kontribusi sektor pariwisata dari tahun-ketahun terus mengalami peningkatan dengan persentase peningkatan dari tahun 1995-2000 berlcisar 3-5% setiap tahunnya.. Berdasarkan hasil penelitian dengan memperhatikan potensi obyek wisata maka wisata bahari menjadi prioritas utama dalam usaha pengembangan di ikuti wisata alam dan budaya. Hal lain yang sangat penting untuk ditingkatkan adalah pembangunan sarana dan prasarana pendukung kepariwisataan baik dari segi kualitas maupun kuatitas. Kontribusi pariwisata selama ini belum begitu besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan pembangunan daerah di Kabupaten Pesisir Selatan. Sehingga perlu dilakukan peningkatan investasi dan strategi pengembangan dengan sistem base development approach, yaitu dengan menempatkan masyarakat sebagi pelaku utama dalam kegiatan pariwisata
Tourism will grow if there are efforts in order to develop it. To do in order to develop tourism scctor, that is to idcntity and analyze the tourism objccts which has potential to be developed, so that contribution development effort become more effective and able to give positive contribution to development of thc area. The research was done in Pesisir Selatan Regency, West Sumatera. The data used in this research is the analysis of the secondary data, observation to some tourism objects as an addition, and some non structured interview with the key person. The secondary data in the research which become the analysis unit is the tourism sector on a research is the beach tourism objects, natural tourism object, and the mean and infrastructure which support the tourism activity. Development effort and the contribution to the development of the region. The research uses 20 tourism object, consist 12 beach tourism, 4 natural tourism and 4 cultural tourism. Evaluation on the potential of the objects of the objects use internal potential analysis, ekstemal potential analysis, scalling analysis and typology analysis. The result of the analysis, which shows is used determine the development priority of the objects and the directive of the development of the tourism objects. From the deservation to the 20 tourism objects, the beach tourism objects has the biggest potential, followed by the natural and cultural tourism objects, for the beach tourism objects the top 4 potential are the Cubadak Island, Panggang Island, Carocok Painan, and Mandeh Resort Beach. For the natural tourism objects the 3 are the Root Bridge, Kerinci Seblat National Park, and Bayang Sani Waterfall, the top 2 of the cultural tourism objects are Mandeh Rubiah Big House, and. Rajo Ciduamato Cementary. Each of the tourism objects with high potential have more facility, attraction and visitor the other tourism objects and have more developing potential orientation. Contribution the tourism sector to product domestic regional bruto 1995 until 2000 between 3-5% every years. Result the research, the beach tourism objects become the first priority in the developrnent effort, followed by the natural and cultural tourism objects. More over, the development of the means and infrastructure the support the tourism from the quality and quantity. Tourism contribution a little in the regional development; development effort are increased by involving people active participation, so the result of tourism activity can be used directly, the more intensive development is marketing shalegy which is making is network between tourism objects the development effort is more integrated and systematic, and hoping for are bigger contribution in regional development.
Kata Kunci : Pengembangan pariwisata,pembangunan daerah,Pesisir,Sumatera Barat