Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya pengendalian biaya pelayanan kesehatan peserta PT Askes di Puskesmas Kota Yogyakarta

KISWORINI, Fita Yulia, drg. Julita Hendrartini, M.Kes

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Sistem pembayaran kapitasi total yang diterapkan PT Askes Indonesia kepada Puskesmas, memacu Puskesmas untuk melakukan upaya pengendalian biaya pelayanan kesehatan yang dikelolanya. Upaya ini dilakukan agar Puskesmas dapat memperoleh reward pada akhir tahun kontrak. Pengendalian yang dilakukan pada kenyataannya tidak selalu memberikan bonus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan upaya pengendalian biaya pelayanan kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel dipilih secara purposif dengan jumlah sampel sebanyak 30 Kepala Puskesmas sebagai responden. Variabel bebas yang diteliti adalah pengetahuan tentang kapitasi total, persepsi resiko finansial, fasilitas alat medis dan obat rujuk balik, jumlah peserta kapitasi.Variabel terikat yaitu upaya pengendalian biaya pelayanan kesehatan. Analisis kuantitatif dengan Uji korelasi non parametrik untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil: Sebanyak 56,67% memiliki pengetahuan yang baik tentang kapitasi total dan hanya 20% responden memiliki persepsi yang baik terhadap resiko finansial yang harus ditanggung oleh Puskesmas. Sebagian besar (96,67%) melakukan upaya preventif dan promotif sebagai upaya pengendalian kunjungan. Uji korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang kapitasi total, persepsi risiko finansial, jumlah peserta kapitasi dengan upaya pengendalian biaya pelayanan kesehatan. Ada hubungan yang bermakna antara ketersediaan fasilitas alat medis dan obat rujuk balik dengan upaya pengendalian biaya pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya pengendalian biaya pelayanan kesehatan, yaitu faktor ketersediaan fasilitas alat medis serta ketersediaan obat rujuk balik. Semakin baik fasilitas alat medis dan obat rujuk balik yang tersedia di Puskesmas semakin baik pula upaya pengendalian biaya pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas.

Background: Total capitation system applied by PT. Askes Indonesia for public health centers invites public health centers to apply cost containment. So the public health centers can get rewards in the end of the contract year. The cost containment does not always result in bonus. This study is aimed at finding out factors affecting health service cost containment. Methods: This was a descriptive study with a cross-sectional design. Samples were chosen purposively consisted of 30 heads of public health centers as respondents. The independent variables were knowledge of total capitation, financial risk perception, medical equipment facilities, referral drugs, and the number of capital members. The dependent variables was cost containment. The quantitative analysis using corellation test was used to find out the relationship between dependent and independent variables. Results: 56.67% respondents had good knowledge of total capitation and only 20% had good perception of financial risk supported by the public heath centers. Most of the respondent (96.67%) used preventive and promotive program as cost containment. There was significant relationship between the availability of medical equipment and referral drugs and cost containment. Conclution: Some factors related to with the cost containment were the availability of medical equipment and referral drugs. The better the facilities of medical equipments and referral drugs available, the better the cost containment done by the Public Health Center.

Kata Kunci : Askes,Pengendalian Biaya Kesehatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.