Penerapan Prinsip Pariwisata Berkelanjutan Pada Kawasan Jembatan Youtefa, Kota Jayapura
Bezaliel Tandirerung, Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M. Arch., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan kondisi perkembangan komponen 3A pariwisata—atraksi, aksesibilitas, dan amenitas—setelah pembangunan Jembatan Youtefa, serta untuk mengidentifikasi penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan pada komponen 3A tersebut di Kawasan Jembatan Youtefa, Kota Jayapura. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif evaluatif dengan pendekatan kualitatif. Populasi penelitian meliputi pimpinan kampung adat, pemerintah (dinas pariwisata), LSM, pelaku usaha, dan masyarakat lokal di sekitar Jembatan Youtefa. Sampel diambil secara purposive sampling, sementara teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dan observasi langsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan sekitar Jembatan Youtefa telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah pembangunan infrastruktur jalur Ringroad dan Jembatan Youtefa pada tahun 2019. Transformasi ini disertai dengan peningkatan jumlah atraksi dan amenitas di kawasan tersebut. Analisis komponen 3A pariwisata mengungkapkan bahwa kawasan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata menarik, dengan atraksi utama meliputi keindahan alam pesisir, pantai, dan pemandangan spektakuler.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa aspek keberlanjutan pariwisata di sekitar Jembatan Youtefa telah mencapai tingkat yang baik, seperti keberlanjutan budaya dan partisipasi komunitas yang tinggi. Namun, terdapat beberapa aspek yang memerlukan perhatian lebih, seperti pengelolaan limbah dan emisi, kontribusi ekonomi, dan infrastruktur. Untuk meningkatkan keberlanjutan pariwisata di kawasan tersebut, diperlukan langkah-langkah strategis seperti perbaikan pengelolaan limbah, peningkatan kontribusi ekonomi, penyediaan peluang kerja, dan peningkatan infrastruktur.
Kolaborasi antara pemerintah, pemangku kepentingan pariwisata, pelaku usaha, masyarakat lokal, dan LSM menjadi kunci utama dalam meningkatkan keberlanjutan pariwisata di sekitar Jembatan Youtefa. Langkah-langkah yang tepat perlu diambil untuk memastikan bahwa pariwisata di kawasan ini terus berkembang secara berkelanjutan, memberikan manfaat besar bagi semua pihak yang terlibat, dan menciptakan destinasi wisata yang menarik serta berkesan bagi pengunjung. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa area yang perlu diperbaiki, seperti keamanan dan ketertiban, prasarana kesehatan, dan informasi aksesibilitas. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara semua pihak terkait untuk meningkatkan penerapan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan di kawasan ini.
This study aims to identify and map the development conditions of the 3A components of tourism following the construction of the Youtefa Bridge, as well as to identify the application of sustainable tourism principles in the 3A components of tourism in the Youtefa Bridge area. The research method used is descriptive evaluative study with a qualitative approach. The study population includes traditional village leaders, government (tourism department), NGOs, business actors, and local communities around the Youtefa Bridge, with sampling conducted through purposive sampling. The data collection techniques used are in-depth interviews and direct observation.
The results of the study show that the area around the Youtefa Bridge has undergone significant changes in recent years, especially after the construction of the Ringroad infrastructure and the Youtefa Bridge in 2019. This transformation was followed by an increase in the number of attractions and amenities in the area. From the analysis of the 3A components of tourism, this area has great potential as an attractive tourist destination, with main attractions including the natural beauty of the coastline, beaches, and spectacular views.
The conclusion of this study is that several aspects of tourism sustainability around the Youtefa Bridge have reached a good level, such as cultural sustainability and high community participation. However, there are still some aspects that need more attention, such as waste and emission management, economic contribution, and infrastructure. To enhance tourism sustainability in the area, strategic steps are needed, such as improving waste management, increasing economic contribution, providing job opportunities, and enhancing infrastructure.
Collaboration between the government, tourism stakeholders, business actors, local communities, and NGOs is the key to improving tourism sustainability around the Youtefa Bridge. Appropriate steps need to be taken to ensure that tourism in this area continues to develop sustainably, providing great benefits to all parties involved and creating an attractive and memorable tourist destination for visitors. Nonetheless, there are still some areas that need improvement, such as security and order, health infrastructure, and accessibility information. Therefore, closer collaboration among all related parties is needed to enhance the application of sustainable tourism principles in this area.
Kata Kunci : Pariwisata Berkelanjutan, Jembatan Youtefa, Pariwisata Jayapura, Sustainable Tourism, Youtefa Bridge, Jayapura Tourism