Laporkan Masalah

Telaah Kritis Keterlibatan Pemerhati Lingkungan dalam Penyusunan Analisis Dampak Lingkungan Pasca Undang-Undang Cipta Kerja

I Putu Aditya Darma Putra, Dr. Wahyu Yun Santosa, S.H., M.Hum., L.LM.

2024 | Tesis | S2 Ilmu Hukum

Penelitian Tesis ini membahas dan mengkaji sejauh mana pengaturan pelibatan pemerhati lingkungan dalam penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pasca UU 6/2023, serta menganalisis bagaimana idealitas pelibatan pemerhati lingkungan dalam penyusunan Amdal. Menggunakan metode penelitian hukum doktrinal, dengan melakukan pengkajian terhadap teori, asas hukum, peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelibatan pemerhati lingkungan dalam penyusunan Amdal. Penelitian Tesis ini mengindikasikan pelibatan pemerhati lingkungan dalam penyusunan Amdal hanya pada tingkat konsultasi terbatas atau bahkan pada tingkat menginformasikan, dikarenakan adanya pembatasan melalui pemberian syarat kepada pemerhati lingkungan untuk dapat dilibatkan secara langsung dalam penyusunan Amdal. Penelitian tesis ini memberikan pandangan pemerhati lingkungan harus diartikan sebagai kelompok yang merepresentasikan lingkungan hidup dalam konteks Amdal dan kedudukannya sejajar dengan masyarakat terdampak langsung, untuk mencapai partisipasi publik khususnya pemerhati lingkungan yang ideal. Pemerintah perlu meninjau kembali terkait syarat-syarat pelibatan pemerhati lingkungan dalam penyusunan Amdal untuk memaksimalkan partisipasi publik dalam konteks Amdal.

This study discusses and examines the extent of the regulation of the environmentalists involvement in the preparation of Environmental Impact Assessment (EIA) after Law 6/2023, and analyzes how the ideality of involving environmentalists in the preparation of EIA. This study used normative legal research methods, by conducting an assessment of theories, legal principles, laws and regulations related to the involvement of environmentalists in the preparation of EIA. This study indicated that the involvement of environmental observers in the preparation of EIA was only at the level of limited consultation or even at the level of informing, due to the restrictions through the provision of conditions for environmental observers to be directly involved in the preparation of EIA. This study provides a view that environmentalists must be interpreted as a group that represents the environment in the context of EIA and its position is equal to that of directly affected communities, to achieve ideal public participation, especially environmentalists. The government needs to review the requirements for the involvement of environmentalists in the preparation of EIA to maximize public participation in the context of EIA.

Kata Kunci : Pemerhati Lingkungan, Partisipasi Publik, Amdal, Lingkungan Hidup

  1. S2-2024-495606-abstract.pdf  
  2. S2-2024-495606-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-495606-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-495606-title.pdf