Post-Neoliberal Agrarian Reform in Brazil under President Lula da Silva (2003-2010)
SHABRINA FADHILAH WARASTRI, Titik Firawati, S.I.P., M.A.
2024 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Skripsi ini mengkaji bagaimana Presiden Luiz Inácio Lula da Silva menavigasi kepentingan masyarakat dan pasar dalam melaksanakan kebijakan reforma agraria pasca-neoliberal di Brasil dari tahun 2003 hingga 2010. Dengan menggunakan metodologi process-tracing dalam kerangka teoretis pasca-neoliberal, penelitian ini menganalisis evolusi kebijakan agraria Lula melalui perspektif state-society-market nexus. Temuan skripsi ini mengungkapkan perubahan signifikan dalam pendekatan Lula selama dua masa jabatannya, dari fokus awal pada ekspropriasi dan redistribusi lahan menjadi strategi yang lebih ramah pasar, termasuk program pembelian lahan dan formalisasi kepemilikan. Trajektori ini mencontohkan kontradiksi "reformisme praktis" yang melekat pada pasca-neoliberalisme, di mana upaya untuk menyeimbangkan kembali otoritas negara dan komitmen kesejahteraan sosial terhambat oleh kepentingan politik dan ekonomi yang mengakar. Meskipun kebijakan-kebijakan tersebut berhasil mencapai beberapa kemajuan dalam mengatasi kemiskinan pedesaan, tetapi pada akhirnya gagal mengubah konsentrasi kepemilikan tanah secara signifikan. Penelitian ini menyorot tantangan-tantangan dalam menyeimbangkan keadilan sosial dengan tuntutan pasar dalam reforma agraria, potensi kebijakan pasca-neoliberal dalam menghasilkan hasil yang kontradiktif, dan kecenderungan melemahnya momentum reforma dengan meningkatknya prioritas politik lainnya. Hasil skripsi ini berimplikasi pada pemahaman kompleksitas pelaksanaan agenda pasca-neoliberal dan upaya reformasi agraria di Brasil dan di luar negeri.
This thesis examines how President Luiz Inácio Lula da Silva navigated competing societal and market interests in pursuing post-neoliberal agrarian reform policies in Brazil from 2003 to 2010. Using a process tracing methodology within a post-neoliberal theoretical framework, the research analyses the evolution of Lula’s agrarian policies through the lens of the state-society-market nexus. The findings reveal a significant shift in Lula’s approach throughout his two terms, from initial focus on land expropriation and redistribution to more market-friendly strategies, including land purchase programs and formalisation of existing holdings. This trajectory exemplifies the inherent "practical reformism" contradiction of post-neoliberalism, as attempts to rebalance state authority and social welfare commitments were constrained by entrenched political and economic interests. While his policies achieved some progress in addressing rural poverty, they ultimately fell short of substantially altering the concentration of land ownership. This research highlights the persistent challenges of balancing social justice with market demands in agrarian reform, the potential for post-neoliberal policies to produce contradictory outcomes, and the tendency for reform momentum to wane in the face of competing priorities. These insights carry significant implications for understanding the complexities of implementing post-neoliberal agendas and for informing future agrarian reform efforts in Brazil and beyond.
Kata Kunci : agrarian reform, Lula da Silva, social movements, agribusiness, post-neoliberalism, practical reformism