Evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman tebu di lahan kering daerah Beting Gisik antara sungai Bojowaonto dan sungai Cokroyasan kabupaten Purworejo propinsi Jawa Tengah
Puspitarina, Drs. Tukidal Yunianto, M.Sc.
2001 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilakukan di daerah beting gisik antara Sungai Bogowonto dan Sungai Cokroyasan Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah dengan 1uas wilayah 3471 hektar. Tujuan penelitian ini adalah membuat peta tanah detil skala 1:25.000 pada kategori seri, evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman tebu, dan untuk mengetahui karakteristik lahan yang menjadi penghambat bagi pembudidayaan tanaman tebu di daerah penelitian. Metode penelitian menggunakan metode survei, sedangkan teknik pengambilan sampel secara "Stratified Purposive Sampling" untuk survei tanah detil dengan strata satuan peta tanah pada kategori subgrup. Teknik pengambilan sampel untuk evaluasi kesesuaian lahan secara "Stratified Random Sampling" dengan strata satuan lahan, satuan lahan yang penggunaan lahannya berupa pennukiman tidak di ambil sampel dan tidak di evaluasi. Kesesuaian lahan yang dinilai adalah kesesuaian lahan aktual dan kesesuaian lahan potensial. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan secara kualitatif fisik dengan menggunakan program ALES sampai pada kategori sub kelas. Evaluasi kesesuaian lahan pada kategori unit dilakukan secara manual. Evaluasi kesesuaian lahan menggunakan metode dari Djainudin, dkk (1993), sedangkan untuk pemetaan tanah menggunakan metode USDA Soils Taxonomy (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian terdiri dari enam seri tanah, dengan faktor pembeda pada kategori famili berupa drainase, tekstur, kelas reaksi tanah, dan regim temperatur. Semua seri tanah yang ada di daerah penelitian mempunyai kelas reaksi tanah dan regim temperatur sama Keemun seri tanah tersebut adalah Seri Jogoresan (13%), Seri Kumpulsari (18,4%), Seri Nampurejo (36,06%), Seri Karanganyar (14,6%), Seri Jatimalang (11,13%), dan Seri Keburuhan (6,8%). Kelas kesesuiaan lahan aktual tidak sesuai sementara (N1) meliputi lahan seluas 1824 hektar (52,35%) dengan faktor penghambat berupa ketersediaan P205 dan drainase tanah. Kelas kesesuaian lahan aktual tidak sesuai permanen (N2) meliputi lahan seluas 622,42 hektar (17,94%) dengan faktor penghambat benipa genangan dan drainase. Permukiman menempati lahan seluas 1059,29 hektar (30,38%). Ketas kesesuaian lahan potensial cukup sesuai (S2) meliputi lahan seluas 1316,2 hektar (37,92%) dengan faktor penghambat berupa pH tanah, drainase tanah, N total dan ketersediaan P205. Kelas tidak sesuai sementara (N1) seluas 507,80 hektar (11,13%) dengan faktor penghambat berupa drainase tanah. Kelas tidak sesuai permanen (N2) seluas 622,42 hektar (17,94%) dengan faktor penghambat berupa genangan dan drainase tanah. Drainase tanah dan genangan merupakan faktor penghambat yang sulit diatasi. Usaha perbaikan yang perlu dilakukan adalah pemupukan, pengurangan laju erosi angin, dan pembuatan saluran drainase.
-
Kata Kunci : Tanaman tebu,Jawa Tengah