ESG dan Risiko Bank: Studi Bank Umum di Asia dengan SOE dan Gender sebagai Pemoderasi
Ishak, Bowo Setiyono, S.E., M.Com., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMEN
Saat
ini, dampak penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan terhadap keberhasilan
kompetitif dan ekonomi perusahaan masih menjadi perdebatan, terutama sejak
pembentukan Climate Disclosure Standards Board (CDSB) pada tahun 2007 dan
pengembangan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development
Goals/SDGs) pada tahun 2015. Statistik pada tahun 2023 menunjukkan bahwa secara
global, 90% perusahaan telah berkomitmen terhadap ESG, termasuk perbankan.
Perbankan memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan situasi ekonomi global.
Pentingnya perbankan dalam stabilitas perekonomian membuat perbankan menarik
untuk diteliti, terutama dalam ranah risiko perbankan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh penerapan ESG pada perbankan dapat berdampak pada penurunan
risiko bank umum di Asia. Data statistik menunjukkan bahwa
perusahaan-perusahaan di Asia yang berkomitmen untuk menerapkan ESG hanya
terbatas pada China, Jepang dan Korea yang merupakan negara dengan ekonomi
besar. Penelitian ini menggunakan 233 bank di Asia dari tahun 2008-2022 dengan
menggunakan pendekatan data panel. Dengan menggunakan estimasi data panel untuk
menguji dampak ESG terhadap risiko bank dan menambahkan interaksi SOE dan gender,
dengan menggunakan regresi Generalized Least Square (GLS), kami menemukan bahwa
ESG, sosial, dan tata kelola mengurangi risiko bank yang diproksikan dengan
NPL, Z-Score, dan RWA. Di sisi lain, pilar lingkungan tidak berdampak pada
risiko bank. Selain itu, SOE dan gender memperlemah pengaruh negatif ESG
terhadap risiko bank. Untuk memastikan kekokohan hasil, kami melakukan regresi
dengan variabel lag dan hasilnya konsisten dengan model dasar. Hasil penelitian
ini memberikan wawasan baru dalam memahami implementasi ESG dan tiga pilarnya
bagi bank dan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan
keputusan bagi bank.
Nowadays,
the impact of the implementation of sustainability principles on the
competitive and economic success of companies is still widely debated,
especially since the formation of the Climate Disclosure Standards Board (CDSB)
in 2007 and the development of the Sustainable Development Goals (SDGs) in
2015. Statistics by 2023 show that globally, 90% of companies are already
committed to ESG, including banks. Banking has an important role in the growth
and situation of the global economy. The importance of banking in economic
stability makes banking interesting to study, especially in the realm of
banking risk. This study aims to investigate the effect of ESG implementation
on banks can have an impact on reducing the risk of commercial banks in Asia.
Statistical data indicates that companies in Asia that are committed to
implementing ESG are limited to China, Japan and Korea, which are large
economies. This study utilizes 233 banks in Asia from 2008-2022 using a panel
data approach. By using panel data estimation to examine the impact of ESG on
bank risk and adding SOE and board gender interactions, using Generalized Least
Square (GLS) regression, we find that ESG, Social, and Governance reduce bank
risk proxied by NPL, Z-Score and RWA. On the other hand, Environment pillar has
no impact on bank risk. In addition, SOE and board gender diversity weaken the
negative effect of ESG on bank risk. To ensure robustness of the results, we
conduct regressions with lag variables and the results are consistent with the
baseline model. The results offer new insights in understanding the
implementation of ESG and its three pillars for banks and are expected to be
taken into consideration in decision-making for banks.
Kata Kunci : ESG, Bank, Risk, SOE, Gender, Asia