Laporkan Masalah

Pengaruh pelatihan dan fasilitas Quality Assurance terhadap mutu pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Kupang

KASE, Rosalina, dr. Adi Utarini, MSc.,MPH.,Ph.D

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Pemberi pelayanan kesehatan sebagai salah satu pelaku JPKM perlu meningkatkan mutu pelayanannya, sebagai upaya memenuhi tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan fasilitasi Quality Assurance terhadap mutu pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimental pada dua kelompok Puskesmas yaitu Puskesmas intervensi dan Puskesmas kontrol. Pada kedua Puskesmas tersebut diukur tingkat pemahaman terhadap konsep Quality Assurance, serta tingkat kepatuhannya terhadap standar pelayanan penyakit diare dan ISPA. Penelitian ini menggunakan responden 15 petugas pemberi pelayanan kesehatan dan 210 pasien. Uji Mann-Whitney digunakan untuk mengetahui perbedaan antara Puskesmas yang diberi intervensi dan Puskesmas kontrol tentang pemahamannya terhadap konsep Quality Assurance dan kepatuhan responden terhadap standar pelayanan penyakit diare dan ISPA. Hasil: Pelatihan Quality Assurance mampu meningkatkan pemahaman responden terhadap konsep Quality Assurance dan efektif meningkatkan kepatuhan responden terhadap standar pelayanan penyakit diare dan ISPA. Proses fasilitasi yang dilakukan pada Puskesmas Intervensi hanya bisa berjalan secara efektif pada pelayanan penyakit ISPA. Sedangkan untuk pelayanan penyakit diare proses fasilitasi belum bisa berjalan secra efektif Kesimpulan: Kombinasi Intervensi dan pelatihan tidak terbukti meningkatkan kepatuhan terhadap standar.

Background: Healthcare providers need to continuously improve services given to patients. One strategy is to adopt quality assurance (QA) in the health centre. The aim of this study was to measure the effect of Quality Assurance training and supervision in health centres to improve compliance in using standards in Kupang district. Methods: This research applied a quasi experimental study design with a control group. The groups received training and supervision (intervention group) or training only (control group). The measurements used were pre and post test after the training, and compliance toward Diarrhea and acute respiratory infection diseases. A number of 15 healthcare providers and 210 patients were involved in this study. Mann- Whitney test was used to differentiate between the intervention and control groups. Results: The research showed that QA training was effective to increase the understanding of the concept and to improve compliance in using standards. However, supervision was only effective to increase compliance toward ISPA’s standard. Conclusion: Supervision in combination with training did not prove to improve compliance towards standard in a significant manner.

Kata Kunci : Askes,Mutu Layanan Kesehatan,Pelatihan Quality Assurance


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.