Laporkan Masalah

Kesenjangan Gender dalam Kepemilikan Rumah: Bukti Empiris dari Indonesia

Hersanti Safira, Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D

2024 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Rumah merupakan kebutuhan penting bagi setiap manusia. Akan tetapi, kepemilikan rumah masih belum merata, khususnya antargender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan kepemilikan rumah antargender di Indonesia. Dengan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi 2018?2022, penelitian ini menganalisis kesenjangan tersebut menggunakan model regresi logistik. Penelitian dilakukan dengan menganalisis kepemilikan rumah antara rumah tangga yang dikepalai perempuan dan rumah tangga yang dikepalai laki-laki. Selain itu, penelitian ini akan menganalisis kesenjangan gender dalam kepemilikan rumah di kawasan perkotaan dan di kawasan perdesaan Indonesia. Temuan empiris menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan kepemilikan rumah antargender di Indonesia. Perempuan memiliki probabilitas yang lebih rendah secara signifikan untuk memiliki rumah dibandingkan laki-laki. Karakteristik individu dan rumah tangga juga turut memengaruhi kesempatan untuk memiliki rumah. Selain itu, ditemukan bahwa kesenjangan tersebut terjadi lebih besar di kawasan perdesaan daripada di kawasan perkotaan. 

A house is an essential need for every human being. However, house ownership is still unequal, especially between genders. This study aims to analyze the gap in house ownership between genders in Indonesia. Using the 2018-2022 National Socio-Economic Survey data, this study uses a logistic regression model to examine the gap in house ownership between female and male-headed households. In addition, this study explores the gender house ownership gap in urban and rural areas of Indonesia. The empirical findings show a gender house ownership gap in Indonesia. Female-headed households are significantly less likely to own a house than male-headed households. Individual and household characteristics also affect the opportunity to own a house. In addition, this study found that the gap is more significant in rural areas than in urban areas. 

Kata Kunci : kesenjangan ekonomi gender, kepemilikan rumah, perkotaan-perdesaan, Survei Sosial Ekonomi

  1. S2-2024-508331-abstract.pdf  
  2. S2-2024-508331-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-508331-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-508331-title.pdf