Laporkan Masalah

Faktor Determinan Umur Panjang Bisnis Keluarga Kuliner di Surakarta

MELATI SEKARWANGI, Risa Virgosita, S.E., M.Sc., Ph.D.

2024 | Skripsi | MANAJEMEN

Penelitian mengenai bisnis keluarga sudah menjadi perhatian yang cukup lama dan berkembang secara substantif dan signifikan dalam studi manajemen karena peran vitalnya dalam ekonomi global. Umur panjang menjadi tujuan strategis dan tolok ukur kinerja bisnis keluarga. Meskipun demikian, hanya sebagian kecil bisnis keluarga yang berhasil bertahan hingga generasi kedua dan ketiga. Hal ini menunjukkan pentingnya penelitian mengenai faktor-faktor yang menentukan umur panjang sebagai aspek keunggulan kompetitif bisnis keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keunggulan kompetitif perusahaan berupa sumber daya internal melalui eksplorasi mekanisme dari faktor hubungan antar keluarga, transfer pengetahuan antara pendahulu dan suksesor, budaya keluarga, pendidikan atau pelatihan pendiri, perencanaan suksesi, dan persiapan suksesor yang memadai dalam menentukan umur panjang bisnis keluarga. 


Penelitian ini menggunakan strategi penelitian kualitatif dengan metode studi kasus jamak. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel non-probabilitas dengan jenis sampel bertujuan. Jumlah sampel atau unit analisis adalah empat bisnis keluarga kuliner di Surakarta. Metode analisis data mengadopsi Metodologi Gioia secara tematik dengan bantuan perangkat lunak MAXQDA dalam mengolah data. 


Hasil penelitian ini menemukan bahwa mekanisme faktor hubungan antar keluarga memuat tiga elemen: (1) menjaga komunikasi, (2) mengelola konflik, (3) dan kekompakan antar anggota keluarga. Faktor transfer pengetahuan antara pendahulu dan suksesor memuat empat elemen: (1) pembelajaran sejak dini, (2) dukungan eksternal, (3) praktik langsung, (4) peralihan kepemimpinan. Faktor budaya keluarga memuat empat elemen: (1) penanaman nilai, (2) dedikasi untuk keluarga, (3) mempertahankan identitas bisnis, (4) koneksi dan loyalitas. Faktor pendidikan dan pelatihan pendiri hanya memuat satu elemen yaitu jiwa kewirausahaan pendiri. Faktor perencanaan suksesi memuat satu elemen yaitu keinginan dan perencanaan pendahulu. Faktor persiapan suksesor yang memadai memuat tiga elemen: (1) internalisasi bisnis sebagai bagian dari hidup, (2) portofolio pengalaman, (3) keterampilan kewirausahaan. 


Research on family businesses has been a longstanding focus and has significantly evolved in management studies due to its crucial role in the global economy. Longevity is a strategic goal and a performance benchmark for family businesses. However, only a small percentage of family businesses manage to endure through the second and third generations. This underscores the need for research on the factors that determine longevity as a competitive advantage for family businesses. This study aims to identify the company’s competitive advantage in the form of internal resources through exploring the mechanisms of factors such as family relationship quality, knowledge transfer between predecessors and successors, family culture, founder education or professional training, succession planning, and adequate successor preparation in determining the longevity of family businesses.

This research adapts a qualitative research strategy with a multiple case study approach. The sampling method used in this study is non-probability sampling, specifically purposive sampling. The sample size or units of analysis include four family-owned culinary businesses in Surakarta. Data analysis adopts the Gioia methodology in a thematic manner with the assistance of MAXQDA software for data processing.

The study's findings indicate that the mechanism of family relationship quality includes three elements: (1) maintaining communication, (2) managing conflicts, and (3) family member cohesion. The knowledge transfer factor between predecessors and successors consists of four elements: (1) early learning, (2) external support, (3) hands-on practice, and (4) leadership transition. The family culture factor includes four elements: (1) instilling values, (2) dedication to the family, (3) preserving business identity, (4) connection and loyalty. The founder education and training factor consists of only one element: the founder's entrepreneurial spirit. The succession planning factor consists of one element: the predecessor's intention and planning. The adequate successor preparation factor includes three elements: (1) internalizing the business as a part of life, (2) building a portfolio of experiences, and (3) developing entrepreneurship skills.


Kata Kunci : bisnis keluarga, kuliner, umur panjang, resources-based view, keunggulan kompetitif, penelitian kualitatif, studi kasus jamak, metodologi Gioia

  1. S1-2024-458447-abstract.pdf  
  2. S1-2024-458447-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-458447-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-458447-title.pdf