Laporkan Masalah

Pola makan, penyakit infeksi dan status gizi anak balita pengungsi di Kabupaten Pidie Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam

PUTRA, Irwansyah, dr. Endy Parjanto, Sp.A(K).,MPH

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Pelaksanaan operasi terpadu di Aceh kembali terjadinya pengungsian secara besar-besaran. Mereka memilih mengungsi untuk menyelamatkan diri dari risiko-risiko saat terjadinya kontak tembak antara pihak yang bertikai. Di tempat pengungsian berbagai masalah muncul, seperti ketiadaan tempat tinggal yang layak, kekurangan pangan, krisis air bersih, sanitasi dan kesehatan yang buruk dan sebagainya. Kondisi ini dapat memperburuk status gizi dan kesehatan masyarakat, yang ditandai dengan tingginya prevalensi malnutrisi terutama bayi dan anak balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemberian makanan, pola menyusui, asupan zat gizi, penyakit infeksi dan status gizi anak balita di tempat pengungsian. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di tempat pengungsian Keunire Kabupaten Pidie Propinsi NAD. Subjek penelitian adalah anak balita. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner terbuka, data asupan zat gizi dikumpulkan dengan metode recall, status gizi dengan pengukuran antropometri. Analisis data untuk uji Kai-kuadrat (X2) dan uji t-test dengan menggunakan program SPSS. Hasil: Pola pemberian makanan yang diterapkan oleh Satlak PBP Kabupaten Pidie kepada pengungsi Keunire adalah pola pemberian makanan umum dan khusus, makanan khusus diberikan kepada balita sebagai makanan tambahan, pemberian makanan tambahan tersebut dapat memenuhi 15,4%-30,5% AKG energi dan 28,5%-69,1% AKG protein. Ada perubahan pola menyusui selama di pengungsian, frekuensi menyusui menjadi lebih sering dibandingkan sebelum mengungsi. dengan alasan karena: anak sering haus dan sering menangis. Rata-rata asupan energi dan protein anak balita pengungsi lebih tinggi dibandingkan dengan anak balita bukan pengungsi. Prevalensi gizi kurang anak balita pengungsi adalah 21,7% menurut indeks BB/TB dan 32,5% indeks BB/U, sedangkan anak balita bukan pengungsi adalah 23,8% indeks BB/TB dan 39,7% indeks BB/U, namun hasil uji tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Ada hubungan asupan energi, protein dan penyakit infeksi dengan status gizi di tempat pengungsian. Kesimpulan: Ada perubahan pola menyusui di tempat pengungsian, menyusui menjadi lebih sering. Ada perbedaan rata-rata asupan energi dan protein balita pengungsi dengan balita bukan pengungsi, namun status gizi balita pengungsi dan balita bukan pengungsi tidak berbeda.

Background: The declaration of Martial Law in Aceh Province have been held again, they choose to evacuate to save themselves from the risk when bombardment happen. In internally displaced person place there were several risk will arise like improperly place to live, lack of food, lack of water, All of this condition will make worst the nutritional and health status. Prevalence of under nutrition will increase Objective: the objective of this study was to know the food consumption pattern, breastfeed pattern, nutrition intake, infection disease, and nutritional status of infant under five years old in internally displaced person place. Methods: This study was an observational study with cross sectional design. This study was conduct in Keunire internally displaced person place, Pidie district, Nanggroe Aceh Darussalam Province. Subject of this study were infant under five years old. Data was collected by interview using an open questionnaire, nutritional intake data was collected by recall method and analyzed using FP2, nutritional intake was assess using anthropometry method. Data was analyzed using Chi Square test and T-test with SPSS software. Results: Feeding pattern that was given by Team of disaster and internally displaced person tackling, Pidie district for Keunire internally displaced person were general and specific feeding pattern, specific feeding pattern was give to the infant under five years old as a food supplement that they receive fulfill 15.4-30.5% energy and 28.5%-69.1% protein their requirement. There was changing in breastfeed pattern in breastfeed pattern when they were in internally displaced person place, frequency of breastfeed became more frequent, because their child thirsty and crying. Mean of energy and protein intake in infant under five years old internally displaced person higher than non internally displaced person. Prevalence of under nutrition in infant internally displaced person under five years old 21.7% (WHZ), 32.5%(WAZ), in non internally displaced person 23.8% (WHZ) and 39.7%(WAZ), but there was no different between two group. Nutritional status has an association with energy intake, protein intake and infection disease in internally displaced person place. Conclusions: There was changing in breastfeed pattern in internally displaced person place, frequency of breastfeed became more frequent. There were differences in mean of energy and protein intake between internally displaced person and non internally displaced person infant under five years old, but there was no different in nutritional status.

Kata Kunci : Gizi dan Kesehatan,Anak Pengungsi,Pola Makan dan Infeksi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.