Laporkan Masalah

PSYCHOLOGICAL CAPITAL SEBAGAI MODERATOR PADA HUBUNGAN ANTARA JOB INSECURITY DAN SUBJECTIVE WELL-BEING

Naufal Rakhaviansyah, C. Budi Santoso, Dr., M.Bus.

2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Teknologi telekomunikasi, khususnya dalam hal perangkat seluler, telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun baru-baru ini kita mengenang era BlackBerry dan iPhone 3G, teknologi tersebut telah berkembang dengan cepat menuju seri-seri yang lebih baru. Internet juga telah menjadi kebutuhan utama bagi banyak orang, mengubah cara kita berkomunikasi, mengakses informasi, dan berbelanja. Indonesia, dengan populasi pengguna internet terbesar di dunia, telah mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna internet dalam beberapa tahun terakhir, mencapai 204,7 juta pengguna pada Januari 2022.

Peningkatan jumlah pengguna telekomunikasi mendorong pelaku industri untuk meningkatkan produktivitas, terutama seiring pergerakan masyarakat dalam menghadapi COVID-19. Sebuah perusahaan telekomunikasi Indonesia, meskipun baru mencetak laba setelah 16 tahun berdiri, masih memerlukan transformasi digital. Transformasi tersebut melibatkan restrukturisasi organisasi, pengurangan karyawan, dan perubahan dalam manajemen sumber daya manusia. Meskipun bertujuan untuk menciptakan perusahaan yang lebih efisien, transformasi ini menimbulkan ketidakpastian bagi karyawan.

Penelitian ini menjelaskan adanya pengaruh negatif dari job insecurity terhadap subjective well-being. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara job insecurity dan subjective well-being. Temuan ini konsisten dengan literatur sebelumnya yang menyatakan bahwa ketidakpastian pekerjaan dapat menurunkan kesejahteraan subjektif karyawan. Perasaan tidak aman terhadap pekerjaan dapat menyebabkan peningkatan stres, kecemasan, dan ketidakpuasan hidup. Ketidakpastian mengenai masa depan pekerjaan seringkali mengganggu konsentrasi dan produktivitas karyawan, serta mengurangi motivasi dan komitmen mereka terhadap perusahaan. Dalam jangka panjang, job insecurity dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik karyawan, yang pada akhirnya merugikan perusahaan secara keseluruhan.

Selain itu penelitian ini juga membuktikan bahwa psychological capital secara signifikan memoderasi murni hubungan antara job insecurity dengan subjective well-being. Hasil penelitian ini berhasil mengkaji peran psychological capital sebagai moderator pada hubungan antara job insecurity dan subjective well-being di kalangan karyawan sebuah perusahaan telekomunikasi di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological capital memiliki peran signifikan dalam memoderasi dampak negatif job insecurity terhadap subjective well-being, memberikan wawasan penting bagi manajemen perusahaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Transformation within a company, both operational and non-operational, often aims to enhance the organization's productivity and revenue. Unfortunately, transformations, especially those focusing on human resources, often become a source of concern for employees regarding the stability of their future employment. Anxiety, performance decline, and emotional exhaustion, referred to as job insecurity, can disrupt employees' physical and mental well-being. This job insecurity negatively impacts individual well-being and various aspects of their behavior and work environment. To mitigate the negative effects of job insecurity, good Psychological Capital is needed to help employees cope with workplace pressures. Therefore, this study examines the role of job insecurity on subjective well-being and investigates Psychological Capital as a moderator of the impact of job insecurity on subjective well-being. The participants in this study are 131 active employees, both contract and permanent, who have worked for at least one year in a telecommunications company in Jakarta. The results of this study indicate that job insecurity significantly and negatively affects employees' subjective well-being. We can assume that the higher the level of employees' job insecurity, the lower their level of subjective well-being. Additionally, Psychological Capital has been proven to reduce the negative impact of job insecurity on employees' subjective well-being.

Kata Kunci : Job Insecurity, Psychological Capital, Subjective Well-Being, Transformasi, Perusahaan Telekomunikasi

  1. S2-2024-485788-abstract.pdf  
  2. S2-2024-485788-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-485788-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-485788-title.pdf