Kajian Makrozoobentos dan Kualitas Air sebagai Indikator Pencemaran Lingkungan pada Sungai Opak Akibat Buangan Air Lindi TPST Piyungan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Intan Permatasari, Prof. Dr. Ig. L. Setyawan Purnama, M.Si. ; Dr. M. Widyastuti, M.T.
2024 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan
Air lindi yang dialirkan dari TPST Piyungan ke Sungai Opak merupakan limbah yang mengandung konsentrasi zat organik dan anorganik yang berbahaya. Hal tersebut yang akan berpengaruh pada perubahan penurunan kualitas air Sungai Opak dan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran perairan. Makadari itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui struktur komunitas makrozoobentos di Sungai Opak, (2) menganalisis dan mengkaji tingkat kualitas air lindi dan kualitas air Sungai Opak dengan penentuan status baku mutu air, (3) serta merumuskan strategi pengelolaan lingkungan pada pencemaran air di Sungai Opak akibat aktivitas buangan air lindi TPST Piyungan. Penelitian dilakukan pada transek I (lokasi sebelum tempuran limbah lindi TPST Piyungan ke Sungai Opak), transek II (lokasi tempuran limbah lindi TPST Piyungan ke Sungai Opak), serta transek III dan IV (lokasi setelah tempuran limbah lindi TPST Piyungan ke Sungai Opak). Penelitian ini juga dilakukan di daerah hulu, untuk membuktikan bahwa telah terjadi pencemaran air di segmen Sungai Opak akibat buangan air lindi TPST Piyungan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode observasi.Metode pemilihan objek kajian melalui teknik purposive sampling. Data disajikan secara kuantitatif dan kualitatif, yang dianalisis secara deskriptif. Data dalam penelitian ini mencakup komponen biotik, yaitu kepadatan relatif (KR), indeks keanekaragaman jenis (H’), indeks keseragaman (E), indeks dominansi (D), serta kelimpahan (K) makrozoobentos. Komponen abiotik, yaitu sifat fisik yang terdiri dari suhu, TDS, dan TSS serta sifat kimia yang terdiri dari pH, DO, BOD, COD, kadmium, nitrat, dan nitrit. Komponen kultural, yaitu terkait persepsi masyarakat dan strategi pengelolaan lingkungan.
Transek I memiliki nilai H’ = 2,157; E = 0,733; D = 0,242; dan K = 31,333 ind/m2; makrozoobentos dengan KR terbanyak, yaitu Corbicula javanica, dan status kualitas perairan sudah tercemar ringan. Transek II memiliki nilai H’ = 0,71; E = 0,241; D = 0,278; dan K = 0,667 ind/m2; makrozoobentos dengan KR terbanyak, yaitu Tarebia sp.(2) serta Elongaria orientalis, dan status kualitas perairan sudah tercemar sedang. Transek III memiliki nilai H’ = 0,98; E = 0,333; D = 0,084; dan K = 1,667 ind/m2; makrozoobentos dengan KR terbanyak, yaitu Cipangopaludina chinensis, Tarebia sp.(2), serta Corbicula javanica, dan status kualitas perairan sudah tercemar sedang. Transek IV memiliki nilai H’ = 1,291; E = 0,438; D = 0,507; dan K = 8,556 ind/m2; makrozoobentos dengan KR terbanyak, yaitu Corbicula javanica, dan status kualitas perairan sudah tercemar ringan. Hasil analisis persepsi masyarakat menyebutkan bahwa telah terjadi pergeseran fungsi Sungai Opak sejak adanya aktivitas pembuangan air lindi TPST Piyungan, sehingga diperlukan strategi pengelolaan lingkungan yang tepat dengan melibatkan seluruh masyarakat Yogyakarta, perangkat desa terkait, serta seluruh instansi pemerintahan daerah dan provinsi.
Kata Kunci : air lindi, bioindikator, kualitas air sungai, makrozoobentos
Kata Kunci : Kata Kunci : air lindi, bioindikator, kualitas air sungai, makrozoobentos ; Keywords : leachate, bioindicator, river water quality, macrozoobenthos