Laporkan Masalah

Perubahan Guna Lahan Sebagai Pengaruh Perkembangan Pariwisata Di Kapanewon Samigaluh, Yogyakarta

Kartika Candra Puspita, Widyasari Her Nugrahandika, S.T., M.Sc.

2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Sektor pariwisata Kapanewon Samigaluh mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir dengan 8 objek daya tarik wisata yang dimilikinya. Namun, terdapat pula tantangan yang dihadapi berupa kondisi fisik dan daya dukung lahan yang dimilikinya. Wilayah yang memiliki banyak lereng curam ini berada pada kawasan rawan longsor dan rawan tanah bergerak. Lahan yang digunakan juga mengalami banyak perubahan dalam menghadapi situasi ini. Oleh karena itu, dilakukan analisis untuk mengetahui kondisi perubahan guna lahan yang terjadi serta kesesuaiannya dengan rencana guna lahan di Kapanewon Samigaluh ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif kualitatif. Unit amatan yang digunakan adalah guna lahan Kapanewon Samigaluh dan unit analisis yang digunakan adalah kawasan di sekitar objek daya tarik wisata (ODTW). Data yang digunakan dalam penelitian ini lebih banyak menggunakan data sekunder yang didapatkan dari instansi-instansi terkait serta didukung oleh data primer yang didapatkan dari observasi lapangan. Analisis perubahan guna lahan dilakukan dengan menggunakan data peta guna lahan tahun 2011 dan tahun 2021 yang kemudian di-overlay menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Kemudian analisis kesesuaian guna lahan dilakukan dengan menggunakan peta guna lahan tahun 2021 dan peta rencana pola guna lahan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Kapanewon Samigaluh mengalami peningkatan luas guna lahan kebun dan penurunan luas guna lahan permukiman dari rentang waktu tahun 2011-2021. Penurunan luas ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti konsolidasi lahan, keperluan konservasi lahan serta bencana alam. Pola perubahan di sekitar ODTW didominasi oleh perubahan menjadi guna lahan kebun. Hasil kesesuaian perubahan guna lahan dengan rencana guna lahan yang ada adalah 60,26%. 

In recent years, the tourism sector in Samigaluh Subdistrict has seen significant growth, driven by its eight tourist attractions. However, this development also faces challenges related to the physical conditions and carrying capacity of the land. The area, characterized by numerous steep slopes, is prone to landslides and soil movement. Consequently, the land use in this region has undergone considerable changes. To address these issues, an analysis was conducted to examine the land use changes and their alignment with the land use plan in Samigaluh Subdistrict. This study employs a qualitative deductive approach. The units of observation are the land uses in Samigaluh Subdistrict, while the units of analysis are the areas surrounding the tourist attractions. The research predominantly utilizes secondary data obtained from relevant agencies, supplemented by primary data from field observations. Land use change analysis was conducted using existing land use maps from 2011 and 2021, which were overlaid using ArcGIS software. The suitability analysis of land use was performed using the 2021 land use map and the planned land use pattern map. The analysis revealed an increase in garden land use and a decrease in residential land use in Samigaluh Subdistrict from 2011 to 2021. This reduction in residential land use can be attributed to factors such as land consolidation, land conservation needs, and natural disasters. The pattern of change around the tourist attractions predominantly involves a shift towards garden land use. The suitability of the land use changes with the existing land use plan is 60.26%. 

Kata Kunci : Perubahan Guna Lahan, Kesesuaian Lahan, Pariwisata, Kapanewon Samigaluh

  1. S1-2024-413482-abstract.pdf  
  2. S1-2024-413482-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-413482-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-413482-title.pdf