Pola Relasi Pesantren dengan Masyarakat di Sekitarnya: Kasus Pesantren Darul Ulum, Jombang
Amjad Muhammad, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D. , Isti Hidayati, S.T., M.Sc., Pd.D.
2024 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah
Relasi patronage atau patron-klien merupakan relasi yang terbentuk antara individu atau kelompok yang berperan sebagai patron dengan individu atau kelompok lainnya sebagai klien. Patron adalah individu atau kelompok yang memiliki sumberdaya atau materi lebih, sehingga mereka dapat memberikannya kepada klien, dengan imbalan klien akan memberikan tenaga dan loyalitasnya. Umumnya, hubungan ini masuk dalam kategori relasi asosiatif, yang mana antara kedua pihak menjalani hubungan ini dengan baik dan sukarela.
Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Jombang merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang cukup lama berdiri dan besar di Kabupaten Jombang. Dengan jumlah santri sekitar 10.000 jiwa pada saat ini, untuk memenuhi kebutuhan seluruh santrinya, PPDU membutuhkan masyarakat sekitar untuk membantunya. Sedangkan masyarakat sekitarnya, merasa senang karena dapat membantu sekaligus menjadi lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan tersebut bermacam-macam, baik yang berhubungan secara langsung (tenaga pendidik dan pendidikan) maupun yang tidak secara langsung (wiraswasta). Selain itu, banyak hal yang diberikan pesantren kepada masyarakat seperti akses terhadap modal, alternatif dan insentif pendidikan dan hal-hal lain yang bersifat material. Begitupun sebaliknya, masyarakat memberikan tenaga kerja dan loyalitasnya kepada pesantren dengan turut menjaga lingkungan, memberikan pengawasan dan pembinaan terhadap santri dan lain sebagainya.
Hubungan tersebut, terus terjalin sejak tahun 1885 hingga saat ini dan berjalan dengan baik. Hal ini karena masing-masing mereka berpegang teguh pada nilai sosial dan khususnya agama yakni, “khoirun naas anfa’uhum lin naas”, yang berarti, sebaik-baik manusia adalah yang dapat memberikan manfaat kepada manusia lainnya. Dengan demikian, hubungan patron-klien antara PPDU dengan masyarakat di sekitarnya terwujud dengan baik dan asosiatif.
Patronage or patron-client relationships are relationships formed between individuals or groups who act as patrons and other individuals or groups as clients. Patrons are individuals or groups who have more resources or materials, so they can give them to clients, in return for which clients will give their energy and loyalty. Generally, this relationship falls into the category of associative relationship, where both parties carry out this relationship well and voluntarily.
Darul Ulum Islamic Boarding School (PPDU) Jombang is a long-standing and large religious educational institution in Jombang Regency. With around 10,000 students currently, to meet the needs of all its students, PPDU needs the local community to help. Meanwhile, the surrounding community feels happy because it can help and provide employment opportunities. There are various types of employment opportunities, both directly related (educators and education) and indirectly (self-employed). Apart from that, Islamic boarding schools provide many things to the community, such as access to capital, educational alternatives and incentives and other things of a material nature. Vice versa, the community provides labor and loyalty to the Islamic boarding school by taking part in protecting the environment, providing supervision and guidance to the students and so on.
This relationship has continued since 1885 until now and is going well. This is because each of them adheres to social and especially religious values, namely, "khoirun naas anfa'uhum lin naas", which means, the best human being is one who can provide benefits to other humans. In this way, the patron-client relationship between PPDU and the surrounding community is well established and associative.
Kata Kunci : Relasi, Patron-klien, Pondok Pesantren, Masyarakat