Laporkan Masalah

ANALISIS BAHAN TEMBIKAR DARI KAWASAN ARKEOLOGI DANAU MATANO, KABUPATEN LUWU TIMUR, PROVINSI SULAWESI SELATAN

Akhmad Mahardi Ismail, Dr. Mahirta, M. A.

2024 | Skripsi | ARKEOLOGI

Temuan tembikar yang ditemukan di berbagai wilayah Indonesia mempunyai variasi yang beragam serta konteks yang berbeda-beda sesuai dengan tempat penemuannya. Salah satu lokasi situs yang dijumpai dengan banyak temuan tembikar adalah Kawasan Danau Matano, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. Tembikar Matano dahulu digunakan sebagai peralatan penunjang urusan rumah tangga dan pengolahan biji besi yang terbukti dengan adanya kerak sisa leburan besi pada sisi tembikar. Oleh karena itu, penelitian ini akan melihat apakah tembikar Matano merupakan produk lokal serta melihat apakah terdapat variasi dari tembikar Matano pada situs yang berbeda masanya.

Penelitian ini menggunakan Portable X-Ray Fluorescence (pXRF) dan analisis statistik Principal Component Analysis (PCA) serta Cluster Analysis. Adapun sampel tembikar yang digunakan berasal dari 4 situs, yakni Situs Pulo Ampat (abad 8 M), Rahampu’u (abad 10 M), Pontada (abad 13-14 M), dan Sukoiyo (abad 17 M) dengan total jumlah sampel adalah 20.

Hasil analisis pXRF menunjukkan bahwa 20 sampel tembikar yang berasal dari Situs Pulau Ampat, Rahampu’u, Pontada, dan Sukoiyo relatif mempunyai kandungan unsur-unsur kimiawi yang relatif sama. Kecenderungan tersebut menunjukkan bahwa sampel tembikar yang dianalisis berasal dari satu wilayah yang sama. Kesamaan kandungan unsur tersebut dapat disebabkan oleh tanah yang mendominasi Kawasan Arkeologi Danau Matano, yaitu Tanah Laterit yang mengandung Ni, Fe, Si, dan Al. Adapun secara lebih spesifik diketahui bahwa tembikar Situs Pulau Ampat mempunyai kesamaan dengan tembikar Situs Pontada, sedangkan tembikar Situs Rahampu’u mempunyai kesamaan dengan tembikar Situs Sukoiyo.


Pottery finds which found in various regions of Indonesia have its own variations and different contexts according to its place of discovery. One of the sites where many pottery finds are found is Matano Lake, East Luwu Regency, South Sulawesi Province. Matano pottery was widely used as equipment to support household needs and the processing of iron ore as evidenced by the presence of crusts remaining from melted iron on the sides of the pottery. Therefore, this research will look at whether Matano pottery is a local product and see whether there are variations in Matano pottery at different sites on different times.

This research uses a Portable X-Ray Fluorescence (P-XRF) and statistical analysis in the form of Principal Component Analysis (PCA) and Hierarchical Clustering Analysis. The pottery samples which used in this research came from 4 sites, named Pulo Ampat Site (8th century AD), Rahampu'u Site (10th century AD), Pontada Side (13-14th century AD), and Sukoiyo Site (17th century AD).

The results of the pXRF analysis showed that 20 pottery samples from the Ampat Island, Rahampu'u, Pontada, and Sukoiyo Sites had relatively similar chemical element contents. This tendency indicates that the pottery samples analyzed came from the same area. The similarity in element content can be caused by the soil that dominates the Matano Lake Archaeological Area, namely Laterite Soil containing Ni, Fe, Si, and Al. More specifically, it is known that the Ampat Island Site pottery has similarities with the Pontada Site pottery, while the Rahampu'u Site pottery has similarities with the Sukoiyo Site pottery.


Kata Kunci : Tembikar, Danau Matano, Portable X-Ray Fluorescence

  1. S1-2024-446247-abstract.pdf  
  2. S1-2024-446247-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-446247-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-446247-title.pdf