Efektivitas pemberian umpan balik kepada komite medik terhadap pola peresepan di Instalasi Rawat Inap Rumahsakit Umum Daerah Wonogiri
SETYARINI, dr. Sulanto S. Danu, SpFK
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Penelitian ini didasari pada kenyataan bahwa Komite medik belum mempunyai peran, fungsi dan kegiatan yang berarti di kebanyakan rumah sakit di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran, fungsi dan kegiatan Komite Medik di Rumah Sakit Umum Daerah Wonogiri terutama dalam peran evaluasi dan monitoring penggunaan obat. Sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit terutama mutu pelayanan pengobatan. Penelitian ini juga berusaha menemukan pola peresepan yang ada di bangsal rawat inap RSUD Wonogiri. Metode: Penelitian ini merupakan kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan Kuasi eksperimen dengan pre dan post intervensi tanpa kelompok kontrol. Penelitian kualitatif menggunakan observasi dan wawancara mendalam untuk melengkapi dan menerangkan data kuantitatif yang diperoleh. Penelitian ini dilakukan di 5 bangsal rawat inap RSUD Wonogiri, dengan mengamati pola peresepan yang ada di bangsal ini dari penyakit dengan kriteria single diagnosis, tanpa komplikasi dan penanganan penyakit ini ada di dalam buku Standar Diagnosis dan Terapi yang dimiliki oleh RSUD Wonogiri. 5 bangsal yang terpilih ini diambil berdasarkan 5 bangsal terbanyak yang membuat resep dari laporan tri bulan ke II tahun 2003 yang terdokumentasi di Instalasi Farmasi. Hasil pengamatan pola peresepan dalam hal kerasionalannya ini kemudian diumpan balikkan kepada Komite Medik sebagai suatu bentuk intervensi. Intervensi dilakukan sebanyak 3 kali selama periode penelitian. Sesudah intervensi yang pertama dilakukan peer review, sesudah intervensi ke 2 dan ke 3 tidak lagi dilakukan peer review. Kemudian diamati kembali pola peresepan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Hasil dan pembahasan: Komite Medik di RSUD Wonogiri belum mempunyai peran, fungsi dan kegiatan yang berarti terutama dalam fungsi evaluasi dan monitoring penggunaan obat di rumah sakit ini. Di RSUD Wonogiri masih terjadi polifarmasi, penggunaan obat generik yang masih rendah, penggunaan obat antibiotik, obat injeksi dan obat infus masih tinggi. Kesesuaian dengan Standar diagnosis dan terapi baru 56,47% serta penulisan obat yang sesuai dengan formularium sebesar 87,11%. Implikasi manajerial dari keadaan ini akan berpengaruh pada mutu pelayanan terutama dari segi pembiayaan perawatan yang menjadi mahal. Kesimpulan dan saran: Intervensi dengan pemberian umpan balik kepada Komite Medik ini hanya signifikan untuk menaikkan prosentase resep yang sesuai dengan Standar diagnosis dan terapi. Perlu peningkatan peran dari Komite Medik, tidak hanya peran fungsional namun juga peran regulasi.
Background: This study was based on the fact that the medical committee had no much role, function and actifities in much hospital in Indonesia. The purpose of this study was to investigate, the role, function and actifities of the medical committee in Wonogiri District Hospital, especially on the function of evaluation and monitoring of the drug use dispensing by give them a feed back about prescribing pattern. This study also tried to find out the prescribing pattern in Wonogiri District Hospital. Methode: This was combination Quantitatif and Qualitative study. The Quantitatif study used Quasi Experimental design with pre and post intervention without control group. The Qualitatif used observation and in depth interview to find out the phenomena that appeared in Quantitatif study. This study was done in 5 ward of Wonogiri District Hospital, by examined the prescribing pattern in that ward, and then give it as a feed back to the medical committee as an intervention. The prescribing that were include in this research must from the patient who had single diagnosis, not complicated and the disease handling was in the medical standart deliveries. Intervention to the medical committee was given three times in this study. After the first intervention, it was also been done a peer review. This peer review wasn’t given after the second and the third intervention. Then the prescribing pattern of the doctor in 5 ward that include on this study was evaluated on the rasionality of their prescribing after the intervention. Result: The medical committee in Wonogiri District Hospital had no much role and function on evaluating and monitoring the drug use dispensing system. There was polypharmacy, an over used of antibiotic, injection and infuse drugs in Wonogiri District Hospital. The generic drugs was used only in 34% before intervention and 35,21% after the intervention. 87,1% drugs were written based on the formulary list. 56,47% drugs were written appropiate with the Diagnosis and Treatment Standart. Conclusion: The intervention used feed back of the prescribing pattern to the medical committee only significan on the change of the drugs that written appropriate with the Diagnosis and Standart Treatment.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit, Instalasi Rawat Inap, Pola Peresepan, Komite Medik