Laporkan Masalah

Nilai Saturasi Regional Renal pada Perbaikan Hemodinamically Significant Patent Ductus Arteriosus Bayi Kurang Bulan

Kurniawati Arifah, dr. Alifah Anggraini, M.Sc, Sp.A(K), dr. Setya Wandita, M.Kes, Sp.A(K)

2024 | Tesis-Subspesialis | SUBSPESIALIS ILMU KESEHATAN ANAK

Latar belakang: Hemodynamically significant patent ductus arteriosus (hsPDA) pada bayi kurang bulan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Pemberian terapi parasetamol bisa menurunkan morbiditas dan mortalitas hsPDA. Evaluasi kondisi anatomis dan hemodinamik PDA pasca medikasi dapat dilakukan dengan ekokardiografi, tetapi pemeriksaan ini memerlukan alat dan keahlian khusus. Near infrared spectroscopy (NIRS) bisa mengukur saturasi oksigen regional renal (rRSO2) yang menggambarkan keseimbangan hantaran dan konsumsi oksigen di jaringan secara non invasif dan real time. Penggunaan rRSO2 dapat menjadi alternatif ekokardiografi untuk mendiagnosis perbaikan hsPDA pasca pemberian terapi. 

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai diagnostik rRSO2 yang diperiksa dengan NIRS pada perbaikan hsPDA.
Metode: Penelitian dilakukan secara potong lintang pada 37 bayi kurang bulan <37>hsPDA secara klinis dan dikonfirmasi dengan ekokardiografi serta mendapatkan terapi parasetamol di RSUP Dr. Sardjito pada Oktober 2023 hingga April 2024. Analisis dilakukan dengan membuat kurva receiver operating characteristic (ROC), menilai area under curve (AUC), dan menentukan nilai referensi optimal. Analisis performa rRSO2 dibandingkan dengan ekokardiografi menggunakan tabel kontingensi. 

Hasil: Perbaikan hsPDA didapati pada 19 dari 37 subyek penelitian (51%). Saturasi oksigen regional renal dengan nilai referensi ? 54% memiliki AUC 0,749 (IK 95% 0,586 – 0,912). Pada 72 jam terapi, rRSO2 dengan titik potong 54% memiliki sensitivitas 63,16?n spesifitas 88,33%. 

Simpulan: Saturasi oksigen regional renal memiliki nilai diagnostik yang cukup baik dan dapat dijadikan metode alternatif untuk mendiagnosis perbaikan hsPDA pasca terapi parasetamol pada bayi kurang bulan. 

Background: Hemodynamically significant patent ductus arteriosus (hsPDA) in premature infants can lead to various complications. Paracetamol has been shown to reduce the morbidity and mortality of hsPDA. Echocardiography is the method of choice to assess anatomical condition and it’s hemodynamic significance, but echocardiography requires special equipment and expertise. Near infrared spectroscopy (NIRS) is a non-invasive device to measure regional renal oxygen saturation (rRSO2), which reflects the balance of oxygen delivery and consumption. Renal regional oxygen saturation may be useful as an alternative method in evaluating the hemodynamic condition of hsPDA after the treatment course. Objective: This study aimed to analyze the diagnostic value of rRSO2 measured by NIRS in improvement of hsPDA. 

Methods: A cross-sectional study was conducted on 37 premature infants born <37>2 and echocardiography was used to analyze the diagnostic performance of the test. 

Results: The improvement of hsPDA was found in 19 out of 37 premature infants (51%). Renal RSO2 had a fair diagnostic value to detect improvement of hsPDA after treatment. The cut-off value of ? 54% had an AUC of 0.749 (95% CI 0.586 – 0.912) with sensitivity of 63.16% and specificity of 88.33% at 72 hours. Conclusion: Renal regional oxygen saturation can be used as an alternative method to assess improvement in premature infants with hsPDA after paracetamol administration. 

Kata Kunci : renal saturation, NIRS, hsPDA, paracetamol

  1. SPESIALIS-2-2024-490563-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2-2024-490563-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2-2024-490563-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2-2024-490563-title.pdf