Faktor-Faktor yang Memengaruhi Willingness To Pay Mitigasi Banjir Rumah Tangga (Studi Kasus Daerah Rawan Banjir di Kota Palembang)
Lailiya Bias Fathinisa, Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand.Oecon., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Banjir telah menjadi siklus berulang setiap musim penghujan, terutama di daerah perkotaan, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, dan permasalahan sosial. Kepadatan penduduk yang semakin meningkat pada kawasan permukiman menyebabkan risiko dan dampak banjir yang makin besar sehingga dibutuhkan upaya tambahan dalam penanggulangan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk memperluas literatur mengenai willingness to pay (WTP) rumah tangga dalam mengurangi risiko banjir serta mengidentifikasi faktor faktor yang memengaruhi WTP pada daerah rawan banjir di Kota Palembang menggunakan metode contigent valuation,
Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan survei melalui purposive sampling pada 100 respoden. Penelitian ini menemukan bahwa mayoritas responden bersedia berkontribusi secara finansial dalam pengurangan risiko banjir. Median kesediaan membayar rumah tangga pada daerah perumahan rawan banjir adalah Rp. 35.000 per bulan untuk setiap rumah tangga. Hasil regresi menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi, yaitu pendidikan, pendapatan, berpengaruh positif terhadap WTP. Pada faktor karakteristik rumah dan risiko banjir, yaitu umur rumah, jarak jalan utama, ketinggian genangan banjir, dan jarak badan air, secara signifikan memengaruhi WTP untuk melakukan tindakan mitigasi. Temuan pada penelitian ini memberikan bahan pertimbangan dalam penerapan kebijakan lingkungan oleh pemerintah sebagai upaya penanggulangan banjir agar terwujudnya kota yang berkelanjutan.
Flooding has become a recurring cycle every rainy season, significantly causing negative effects in urban areas, including significant infrastructure damage, economic losses, and social hardship. The Increasing population density in residential areas increases the risk and impact of flooding necessitating robust flood mitigation strategies. This study aims to expand the literature on household willingness to pay (WTP) to reduce flood risk and to identify the factors influencing WTP in flood-prone areas of Palembang City using the contingent valuation method.
Data collection for this study was conducted through questionnaires and surveys using purposive sampling of 100 respondents. This study found that most respondents are willing to contribute financially to reducing flood risks. The median willingness to pay for households in flood-prone residential areas is Rp 35,000 per month for each household. The regression indicated that socioeconomic conditions, such as education and income, positively affect WTP. The house characteristics and the flooding risk, the house age, road distance from the house, flood inundation depth, and proximity to water bodies, significantly influence the willingness to pay for mitigation measures. The findings of this study provide valuable insights for policymakers to consider when formulating and implementing environmental policies aimed at mitigating flooding and achieving sustainable urban development.
Kata Kunci : Banjir, Contingent Valuation, Willingness to Pay, Mitigasi, Flood, Mitigation