Laporkan Masalah

Pengaruh Beban Kerja Pada Burnout Dengan Over-Engagement Sebagai Pemediasi (Studi Pada Konsultan Hukum di Jakarta)

Anggia Putri Soraya, Ely Susanto, S.IP., M.B.A., Ph.D.

2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Burnout merupakan sindrom respon individual pada stres kronis dari pekerjaan yang belum dapat dikelola oleh seseorang yang lama kelamaan dapat mengganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh beban kerja terhadap burnout dan pengaruh over-engagement sebagai pemediasi pengaruh beban kerja terhadap burnout dikalangan konsultan hukum yang bekerja pada kantor hukum di Jakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan survei yang disebarkan secara daring dengan metode pengambilan data purposive sampling. Kriteria responden yang ditentukan dalam penelitian ini antara lain memiliki gelar Sarjana Hukum, bekerja sebagai konsultan hukum pada kantor hukum di Jakarta dan telah bekerja pada kantor hukum di Jakarta minimal satu tahun. Data yang diperoleh diolah dengan alat PROCESS pada SPSS dan diuji menggunakan regresi linier berganda dan uji mediasi untuk memperoleh nilai direct effect dan indirect effect.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap burnout, semakin tinggi beban kerja maka semakin tinggi burnout yang dialami oleh konsultan hukum. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa over-engagement mampu memediasi pengaruh beban kerja terhadap burnout yang dialami oleh konsultan hukum yang bekerja pada kantor hukum di Jakarta. Ketika konsultan hukum menerima beban kerja yang tinggi, mereka cenderung memiliki over-engagement yang kemudian meningkatkan risiko burnout. Namun, dalam penelitian ini over-engagement merupakan mediator parsial karena secara statistik beban kerja tetap berpengaruh signifikan terhadap burnout tanpa melalui over-engagement.

Burnout is a syndrome that results from an individual’s response to chronic work-related stress that has not been successfully managed and if maintained over time could affect physical health. This study aims to test and analyze the effect of workload on burnout and the mediating role of over-engagement in the effect of workload on burnout among lawyers working at law firms in Jakarta. The methodology of this research is quantitative, employing an online survey approach with purposive sampling as the data collecting method. The respondents’ criteria of this study are possessing bachelor’s degree in law, working as a lawyer in a law firm located in Jakarta, and having the minimum of one year work experience in law firm located in Jakarta. The obtained data was processed using the PROCESS tool in SPSS and analyzed with multiple linear regression and mediation test to obtain the direct effect and indirect effect values.

The findings of this study support that workload has a positive significant effect on burnout; the higher the workload, the higher the burnout experienced by lawyers. This study also finds that over-engagement affects the effect of workload on burnout as mediator among lawyers working at law firms in Jakarta. When lawyers are assigned with a high workload, they tend to have over-engagement which increases the risk of burnout. However, this study finds that over-engagement is a partial mediator considering that workload still has a statistically significant effect on burnout without the mediation of over-engagement.

Kata Kunci : burnout, beban kerja, over-engagement, konsultan hukum

  1. S2-2024-510438-abstract.pdf  
  2. S2-2024-510438-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-510438-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-510438-title.pdf