Laporkan Masalah

Pengaruh Biogeofisik terhadap Simpanan Karbon Kawasan Hutan Produksi dan Lindung di RPH Sambiroto, BKPH Kediri, KPH Kediri, Divisi Regional Jawa Timur

ARIQ ADZANI BACHTIAR, Prof. Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc., IPU.

2024 | Skripsi | KEHUTANAN

Hutan berperan penting sebagai penyimpan karbon dalam menghadapi perubahan iklim saat ini. Melalui fotosintesis, hutan menyerap CO2 dari atmosfer lalu menyimpannya dalam biomassa tumbuhan dan tanah melalui akar. Proses ini membantu mengurangi CO2 atmosfer dan dampak perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simpanan biomassa, karbon, dan serapan CO2 yang ada pada hutan produksi dan hutan lindung di RPH Sambiroto, BKPH Kediri, KPH Kediri.
Penelitian ini dilakukan pada hutan produksi dan hutan lindung Perum Perhutani RPH Sambiroto, BKPH Kediri, KPH Kediri pada kelas perusahaan pinus dan kelas perusahaan rimba campur. Pendugaan biomassa tegakan pinus dilakukan secara non-destructive menggunakan total 30 plot ukur berbentuk persegi dengan luas 0,04 ha. Persamaan alometrik yang digunakan adalah persamaan allometrik dari Ketterings, (2001) yaitu B= 0,11*?*(D2,62). Kadar karbon dari biomasa menggunakan angka 47% seperti yang disarankan di dalam (SNI 7724, 2011), dan serapan CO2 dihitung dengan mengalikan angka 3,67 dari simpanan karbonnya.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kawasan hutan produksi memiliki potensi biomassa sebesar 208,245 ton/ha, simpanan karbon 97,875 ton/ha, serapan CO2 357,815 ton/ha dan SOC sebesar 713,949 ton/ha. Sedangkan pada kawasan hutan lindung memiliki potensi biomassa 155,578 ton/ha, simpanan karbon 73,122 ton/ha, Serapan CO2 268,357, dan SOC sebesar 544,146. Besaran angka biomassa, simpanan karbon, serapan CO2 dipengaruhi oleh faktor biogeofisik yang ada pada setiap kawasan hutan

Forests has an important role as carbon stores in the face of climate change. Through photosynthesis, forests absorb CO2 from the atmosphere then store it in plant biomass and soil from root. This process helps reduce atmospheric CO2 and the impacts of climate change. This study aims to determine the biomass, carbon and CO2 uptake in production and protected forests in RPH Sambiroto, BKPH Kediri, KPH Kediri.
This research was conducted in the production and protected forests of Perum Perhutani RPH Sambiroto, BKPH Kediri, KPH Kediri which are allocated to the pine company class and mixed forest company class. Estimation of pine stand biomass was conducted non-destructively using a total of 30 square-shaped measuring plots with an area of 0.04 ha. The allometric equation used was that of Ketterings, (2001), B = 0.11*?*(D2.62). The carbon content of the biomass was 47% as suggested in (SNI 7724, 2011), and CO2 uptake was calculated by multiplying
3.67 from the carbon storage.
The results showed that the production forest area has a biomass potential of 208,245 tons/ha, carbon storage of 97,875 tons/ha, CO2 uptake of 357,815 tons/ha and SOC of 713,949 tons/ha. Meanwhile, protected forest areas have potential biomass of 155,578 tons/ha, carbon storage of 73,122 tons/ha, CO2 uptake of 268,357, and SOC of 544,146. The amount of biomass, carbon storage, CO2 uptake is influenced by biogeophysical factors that exist in each forest area.

Kata Kunci : hutan produksi, hutan lindung, biomassa, simpanan karbon, serapan CO2, Soil Organic Carbon, biogeofisik; production forest, protection forest, biomass, carbon storage, CO2 sequestration, Soil Organic Carbon, biogeophysics

  1. S1-2024-455315-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455315-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455315-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455315-title.pdf