Laporkan Masalah

Kesesuaian Lahan untuk Jenis Tanaman Rehabilitasi pada Lahan Rawan Longsor di Sub-DAS Merawu Kabupaten Banjarnegara

Hanani Safira Zildan, Dr. Ir. Hero Marhaento, S.Hut., M.Si., IPM

2024 | Skripsi | KEHUTANAN

Sub DAS Merawu yang berada di Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu daerah yang rawan bencana longsor. Longsor merupakan pergerakan massa tanah yang tergelincir mengikuti gaya gravitasi akibat menurunnya kekuatan geser tanah. Salah satu upaya penanganan longsor adalah dengan melakukan penanaman jenis tanaman rehabilitasi yang sesuai dengan kondisi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lahan rawan longsor di Sub DAS Merawu dan mengetahui jenis tanaman rehabilitasi yang sesuai untuk mengurangi risiko bencana longsor.

Penentuan tingkat kerawanan longsor dilakukan dengan metode analisis multi kriteria berdasarkan skoring dan pembobotan pada masing-masing parameter longsor antara lain curah hujan, kelerengan, jenis tanah, jenis batuan, dan penggunaan lahan untuk memetakan lahan rawan longsor. Sementara untuk memilih jenis tanaman rehabilitasi yang tepat dilakukan dengan metode matching, yaitu mencocokkan persyaratan tempat tumbuh dengan karakteristik lahan untuk mengetahui kesesuaian jenis tanaman. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data sekunder, pengamatan lapangan, dan analisis laboratorium terhadap sampel tanah. Proses pengolahan dan analisis data menggunakan perangkat Sistem Informasi Geografis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Merawu didominasi oleh tingkat kerawanan longsor tinggi dan sangat tinggi di mana Kecamatan Wanayasa menjadi kecamatan dengan persentase luasan paling besar. Berdasarkan hasil matching, jenis tanaman rehabilitasi yang dipertimbangkan tidak ada yang termasuk kelas sangat sesuai (S1) dengan faktor penghambat antara lain ketersediaan air (w), medan (g), media perakaran (r), dan retensi hara (f). Berdasarkan hasil analisis diperoleh informasi jenis tanaman rehabilitasi yang direkomendasikan pada lahan rawan longsor pada kerawanan tinggi dan sangat tinggi berturut-turut sebagai berikut: sengon seluas 5.781,54 ha (98,08%) dan 8.084,64 ha (99,63%), durian seluas 104,34 ha (1,77%) dan 16,3 ha (15,79%), dan jambu mete seluas 8,67 ha (0,15%) dan 13,4 ha (0,17%), apabila disertai upaya perbaikan.

Merawu Sub-basin, located in Banjarnegara Regency, is one of the areas prone to landslides. Landslides are the movement of soil masses that slip following the force of gravity due to a decrease in the shear strength of the soil. One of the efforts to deal with landslides is to plant types of rehabilitation plants that are appropriate to field conditions. This study aims to map landslide-prone areas in Merawu Sub-basin and determine suitable rehabilitation plant species for reducing landslide risk.

Landslide vulnerability determination is done using multi-criteria analysis method based on scoring and weighting each landslide parameter including rainfall, slope, soil type, rock type, and land use to map landslide-prone areas. Selecting the right species of rehabilitation plants is done using matching method, which done by matching species' growing place requirements with land characteristics to determine the suitability of the type of plant. The data used in this study were obtained from secondary data, field observations, and laboratory analysis of soil samples. The data processing and analysis process uses Geographic Information System tools.

The results showed that Merawu Sub-basin was dominated by High and Very High landslide susceptibility levels where Wanayasa District was the district with the largest percentage area. Based on the matching results, none of the rehabilitation plants considered were included in the Very Suitable class (S1) with inhibiting factors including water availability (w), terrain (g), rooting media (r), and nutrient retention (f). Based on the analysis results, information on the types of rehabilitation plants recommended for landslide-prone areas with high and very high susceptibility is obtained, respectively, as follows: sengon covering an area of 5,781.54 ha (98.08%) and 8,084.64 ha (99.63%), durian covering an area of 104.34 ha (1.77%) and 16.3 ha (15.79%), and cashew covering an area of 8.67 ha (0.15%) and 13.4 ha (0.17%), if accompanied by improvement efforts.

Kata Kunci : longsor, rehabilitasi, kesesuaian lahan, Sub DAS Merawu

  1. S1-2024-455339-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455339-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455339-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455339-title.pdf