Laporkan Masalah

Pola Aktivitas dan Pola Keruangan Pariwisata Nomad (Kasus: Digital Nomad) di Desa Canggu, Bali

Christian Petra Utama, Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M. Arch., Ph.D.

2024 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Pariwisata Nomad merupakan sebuah tren pariwisata baru yang muncul akibat Pandemi COVID-19. Sesuai dengan namanya, Pariwisata Nomad merupakan gaya pariwisata yang mengadopsi kebiasaan berpindah-pindah yang dilakukan oleh Bangsa Mongolia. Wisatawan nomad dapat menetap dalam jangka waktu tertentu di sebuah destinasi wisata dengan amenitas yang mudah dipindahkan. Wisatawan Nomad dibagi menjadi dua jenis yaitu wisatawan digital nomad dan wisatawan nomad tradisional yang memiliki karakteristik masing-masing baik dari segmentasi, aktivitas, hingga tujuan perjalanan wisatanya.


Desa Canggu, Bali menjadi salah satu destinasi Pariwisata Nomad paling favorit di dunia yang menempati urutan ke delapan berdasarkan ulasan komunitas wisatawan nomad. Hal ini disebabkan karena Desa Canggu memiliki atraksi wisata yang unik yaitu sebuah desa di mana eksotisme pantai bertemu dengan teduhnya area persawahan. Desa Canggu mengalami perkembangan pariwisata yang sangat pesat setelah menjadi destinasi favorit para wisatawan nomad dan selama wisatawan nomad tinggal di Desa Canggu, maka tentu mereka akan membentuk pola-pola keruangan yang didasari oleh aktivitas, tipe perjalanan, dan pola perjalanan mereka. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku dan pola aktivitas wisatawan nomad di Desa Canggu, Bali serta menggambarkan pola keruangan Pariwisata Nomad di Desa Canggu, Bali. 


Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif di mana proses pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur sebagai data sekunder, kemudian pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi di lapangan. Sedangkan analisis data dilakukan dengan reduksi data dengan proses pemilihan fokus, penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi data, kemudian penyajian data dalam bentuk grafis visual dan narasi, dan penarikan kesimpulan yang dilakukan dengan dengan merumuskan makna dari hasil penelitian yang dijelaskan dalam kalimat yang singkat, padat, dan jelas.


Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya terdapat satu jenis wisatawan nomad yang terdapat di Desa Canggu, Bali yaitu wisatawan digital nomad. Wisatawan digital nomad di Desa Canggu memiliki perilaku yang unik yaitu berkumpul dan beraktivitas bersama pada sebuah komunitas wisatawan digital nomad di area yang memiliki amenitas pendukung perjalanan wisatanya seperti Co-Working Space, Co-Living Space, restoran, kafe, dan bar. Tingkat kepadatan Pariwisata Nomad tertinggi ditemukan pada Co-Working Space yang terdapat di kawasan dekat area pantai, tingkat kepadatan Pariwisata Nomad sedang ditemukan pada zona perumahan dan perdagangan dengan aksesibilitas dan amenitas pendukung, dan intesitas kepadatan Pariwisata Nomad terendah ditemukan pada area perumahan padat dan zona lindung kawasan suci.

Nomadic Tourism is a new tourism trend that emerged as a result of the COVID-19 Pandemic. According to its name, Nomadic Tourism is the style of tourism that adopts the nomadic habits of the Mongolian people. Nomadic tourists can settle for a certain period of time in a tourist destination with amenities that are easy to move. Nomad tourists are divided into two categories: digital nomad tourists and traditional nomad tourists each with characteristics ranging from segmentation, activity, and travel purpose.

The Village of Canggu, Bali has become one of the most favorite Nomad Tourism destinations in the world, ranking eighth based on reviews by the community of nomadic tourist. This is because Canggu has a unique tourist attraction, a village where coastal exoticism meets the shadows of the suburbs. Canggu has undergone very rapid tourism development after becoming a favorite destination for nomad tourists and as long as nomad tourists stay in Canggu, of course they will form spatial patterns based on their activity, type of travel and travel patterns. So the aim of this research is to identify the behavior of nomad tourists in Canggu Village, Bali as well as to describe Nomadic Tourism spatial patterns in Canggu Village, Bali

.

This research uses qualitative descriptive methods in which the data collection process is carried out with the study of literature as secondary data, then the primary data collection is done with observation techniques, interviews, and documentation in the field. Whereas data analysis is done by data reduction with the process of focus selection, simplification, abstraction, and data transformation, then data presentation in the form of visual graphics and narration, and the conclusion is drawn by formulating the meaning of the results of the research described in short, concise, and clear sentences.


The results of this research show that there is only one type of nomadic tourist in the village of Canggu, Bali, namely the digital nomad tourist. The digital nomad tourists in Canggu have a unique behavior of gathering and working together in a community of digital nomads in the area that has travel-supporting amenities such as Co-Working Space, Co-Living Space, restaurants, cafes, and bars. The highest levels of Nomad Tourism density were found in Co-Working Space located near the coastal area, the medium levels are found in residential and commercial zones with accessibility and supporting ammenities, and the lowest intensity were found on dense residential areas and sacred zones.

Kata Kunci : Pariwisa Nomad, perilaku wisatawan nomad, pola keruangan Pariwisata Nomad

  1. S2-2024-501936-abstract.pdf  
  2. S2-2024-501936-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-501936-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-501936-title.pdf