Analisis Area Layanan Kepolisian Di Daerah Istimewa Yogyakarta
Gustini Rizki Fudianti, Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 Teknik Geomatika
Kepadatan penduduk berpengaruh pada tingkat
kriminalitas yang terjadi di suatu wilayah. Wilayah tersebut membutuhkan
kehadiran kepolisian yang lebih intensif. Hal ini menjadi tantangan pihak
kepolisian dalam upaya meningkatkan pelayanan keamanan dan ketertiban
masyarakat. Program Quick Wins Presisi merupakan program kepolisian
dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian dengan memberikan
layanan yang responsif, cepat, dan tepat. Waktu respons menjadi faktor penting
dalam menilai efektivitas kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat, khususnya dalam situasi darurat seperti kecelakaan, tindak
kriminal, atau bencana alam. Waktu respons seminimal mungkin merupakan
prioritas utama bagi kepolisian dalam memberikan pelayanan yang optimal dan
menjaga ketertiban serta keamanan di masyarakat. Analisis jaringan digunakan
untuk menghitung waktu tempuh kepolisian dalam mencapai penduduk yang berada di
wilayah hukumnya dan cakupan area layanan kepolisian dalam memberikan pelayanan
ke masyarakat. Penggunaan analisis ini dapat meningkatkan efektivitas dan
efisiensi operasional kepolisian yang sejalan dengan tujuan program Quick
Wins Presisi serta sebagai bahan pertimbangan kepolisian dalam meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat.
Penelitian ini mengidentifikasi pola
persebaran markas kepolisian yang meliputi Markas Kepolisian Resor (Mapolres)
dan Markas Kepolisian Sektor di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya,
penelitian ini menerapkan dua fungsi dari analisis jaringan yaitu OD Cost
Matrix digunakan untuk perhitungan waktu tempuh kepolisian dan Service
area untuk menentukan cakupan area layanan kepolisian pada suatu wilayah.
Batasan waktu yang ditetapkan dalam fungsi tersebut adalah 5, 10, 15, 30, dan
lebih dari 30 menit. Model pendekatan yang digunakan dalam analisis area
layanan adalah dari pusat menuju sekitar (away facility). Dalam hal ini,
semua perhitungan terpusat dari markas kepolisian menuju tempat tinggal
penduduk. Selain itu, perhitungan rasio pelayanan kepolisian dilakukan untuk
mengukur ketersediaan personel kepolisian di tiap Polsek dan Polres dengan
jumlah penduduk yang bervariasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan pola spasial persebaran markas kepolisian yang cenderung terkonsentrasi pada wilayah padat penduduk dengan relief yang relatif datar, membentuk pola mengelompok dengan fasilitas publik seperti instansi pemerintahan, fasilitas kesehatan, dan pusat keramaian, serta berada di ruas jalan utama (arteri, kolektor, dan lokal). Keberadaan markas kepolisian yang strategis dapat mempengaruhi waktu tempuh kepolisian dalam menuju lokasi kejadian. Kepolisian membutuhkan waktu tempuh rata-rata berkisar 10 sampai dengan 15 menit. Moda transportasi yang digunakan telah disesuaikan berdasarkan karakteristik suatu wilayah. Secara keseluruhan, cakupan area layanan kepolisian dengan waktu kurang dari 15 menit mampu melayani penduduk dengan jumlah yang signifikan. Jumlah penduduk yang tinggi berpengaruh pada tingginya rasio pelayanan kepolisian. Rasio pelayanan kepolisian di DIY masih cukup rendah karena tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang dilayani.
This study identifies the distribution
patterns of police headquarters, including District Police Headquarters
(Mapolres) and Sector Police Headquarters (Mapolsek) in the Special Region of Yogyakarta. Furthermore,
the research applies two functions from network analysis: the OD Cost Matrix,
which is used to calculate police travel times, and the Service Area, which
determines the coverage area of police services in a region. The time
constraints set within these functions are 5, 10, 15, 30, and over 30 minutes.
The approach model used in the service area analysis is from the center outward
(away facility). In this context, all calculations are centralized from the
police headquarters towards the residents' locations. Additionally, the
calculation of the police service ratio is conducted to measure the
availability of police personnel in each Sector Police Headquarters and
District Police Headquarters relative to the varying population sizes.
The findings of this study reveal a spatial pattern of police headquarters distribution that tends to concentrate in densely populated areas with relatively flat relief, forming clusters with public facilities such as government agencies, healthcare facilities, and commercial centers, and located on major roads (arterial, collector, and local). The strategic placement of police headquarters can influence the travel time required for police to reach an incident location. The average police response time ranges from 10 to 15 minutes. The modes of transportation used have been tailored based on the characteristics of the area. Overall, the coverage area of police services with response times under 15 minutes is capable of serving a significant portion of the population. A high population density impacts the elevated ratio of police service provision. However, the ratio of police services in the Special Region of Yogyakarta (DIY) remains relatively low because it does not correspond to the number of residents served.
Kata Kunci : Analisis jaringan, Waktu respons, Kepolisian, Area layanan, OD Cost Matrix