Comparative Study on Farmers' Capacity Level in Overcoming Huanglongbing Disease on Siamese Citrus Crops in Jember Regency
Hanita Athasari Zain, Dr. agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih; Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
Huanglongbing (HLB) adalah penyakit umum yang menginfeksi tanaman jeruk, yang disebabkan oleh bakteri bernama Liberibacter asiaticus dan ditularkan oleh serangga vektor psyllid jeruk. Hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk tanaman jeruk yang terkena penyakit HLB. Ada dua kecamatan di Kabupaten Jember yang menjadi pusat produksi jeruk Siam, yaitu Kecamatan Semboro dan Kecamatan Umbulsari. Antara Kecamatan Semboro dan Kecamatan Umbulsari, terdapat perbedaan dalam berbagai aspek yang menyebabkan satu kecamatan mampu memiliki produktivitas jeruk Siam yang lebih besar, yaitu Kecamatan Semboro. Kecamatan Semboro memiliki produktivitas hingga 28 ton/ha, namun hanya ada 22 ton/ha di Umbulsari, meskipun total luas lahan jeruk di Semboro kurang dari Umbulsari. Karena itu, diasumsikan bahwa salah satu perbedaannya adalah intensitas penyakit HLB dan bagaimana petani mengatasi penyakit tersebut. Karena penyakit HLB merupakan penyakit menular, petani mengalami kesulitan mengatasi penyakit HLB dan tetap menghasilkan jeruk Siam dengan kuantitas dan kualitas yang maksimal. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan membandingkan tingkat kapasitas petani dalam mengatasi penyakit Huanglongbing dan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh. Data dari 30 petani dari Kecamatan Semboro dan 32 petani dari Kecamatan Umbulsari dianalisis dengan uji proporsi, uji independent sample t-test, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kapasitas petani di Kecamatan Umbulsari dan Kecamatan Semboro. Kedua kecamatan menunjukkan lebih dari 50% petani memiliki tingkat kapasitas tinggi dalam mengatasi penyakit Huanglongbing. Tingkat kapasitas petani di Kecamatan Umbulsari sebesar 62,33%, sedangkan di Kecamatan Semboro sebesar 63,27%. Faktor yang mempengaruhi tingkat kapasitas petani adalah pendidikan, partisipasi pendidikan nonformal, dan peran kelompok tani, dengan nilai R kuadrat yang disesuaikan adalah 0,144.
Huanglongbing (HLB) is a common disease that infects citrus crops, caused by a bacteria named Liberibacter asiaticus and transmitted by citrus psyllid vector insect. Until now, there is no medicine has been found for citrus crops affected by HLB disease. There are two subdistricts in Jember Regency that become Siamese citrus centre, that are Semboro Subdistrict and Umbulsari Subdistrict. Between Semboro and Umbulsari Subdistricts, there are differences in various aspects causing one subdistrict is able to have a greater Siamese citrus productivity, that is Semboro Subdistrict. Semboro Subdistrict has productivity up to 28 ton/ha, but there is only 22 ton/ha in Umbulsari, although the total land area of citrus in Semboro is less than Umbulsari. Because of that, it is assumed that the differences is the intensity of HLB disease and how farmers overcome the disease. Since HLB disease is an infectious disease, it can be hard for farmers to overcome HLB disease so that they still can produce Siamese citrus with maximum quantity and quality, thus enough capacity is needed. Thus, this research aims to measure and compare the farmers’ capacity level in overcoming HLB disease and to determine the determinant factors. Data from 30 farmers from Semboro Subdistrict and 32 farmers from Umbulsari Subdistrict were analyzed by proportion test, independent sample t-test, and multiple linear regression. The result shows that there is no significant difference between farmers’ capacity level in Umbulsari and Semboro Subdistrict. Both subdistricts show more than 50?rmers have high capacity level in overcoming HLB Disease. The capacity level of farmers in Umbulsari Subdistrict is 62,33%, meanwhile in Semboro Subdistrict is 63,27%. Factors that affect farmers’ capacity level are education, participation in non formal education, and role of farmers group, with the adjusted R square value is 0,144. Recommendations that can be given from this research, such as increasing the intensity of farmers group’s regular meetings as the discussion forum for farmers, implementing cash system, and providing more tutorial videos in extension and training activities.
Kata Kunci : farmers capacity, andragogy, huanglongbing, Siamese citrus