Audience Reception Analysis Towards Indonesian Independence Day Celebration in Hololive Indonesia’s Event Gelora Holo ID 2023
Yacinta Prima Ayu Easterani, Dr. Ardian Indro Yuwono, S.IP., M.A.
2024 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Skripsi ini mengeksplorasi resepsi audiens terhadap perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang diproduksi oleh virtual YouTuber dari Hololive Indonesia dalam acara Gelora Holo ID 2023. Penelitian ini mengangkat pernyataan riset berupa: Bagaimana audiens lokal Hololive Indonesia memahami makna dari perayaan hari kemerdekaan Indonesia melalui konten virtual berupa mini games, cover lagu, warisan budaya busana, dan pesan kemerdekaan yang disampaikan oleh virtual YouTuber dalam acara Gelora Holo ID? Dengan mengginakan model encoding/decoding milik Stuart Hall dan mempertimbangkan implikasi di media sosial, penelitian ini menghubungkan relasi parasosial untuk menganalisis interpretasi melalui wawancara mendalam dengan empat informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan tradisi Indonesia, termasuk di dalamnya mini games hari kemerdekaan, lagu, dan warisan budaya busana, serta perayaan Bhinneka Tunggal Ika, memiliki resepsi yang beragam di antara berbagai demografi informan. Informan muda lebih cenderung mengembangkan relasi parasosial dengan virtual YouTuber yang juga memengaruhi interpretasi informan untuk mengadopsi posisi pembacaan dominan-hegemonik. Sebaliknya, informan dewasa cenderung lebih krisis terhadap pendekatan Hololive Indonesia yang juga menghasilkan pembacaan posisi oposisi. Posisi pembacaan negosiasi yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Hololive Indonesia perlu meningkatkan keterlibatan audiens lokal dan koneksi autentik untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jualnya. Studi ini berkontribusi pada perkembangan teori resepsi audiens yang mencerminkan kemajuan teknologi komunikasi dan mengeksplorasi resepsi konten virtual yang memanfaatkan avatar, motion capture, dan live streaming.
This thesis explores the audience reception of Indonesia's Independence Day celebrations as depicted by virtual YouTubers from Hololive Indonesia in Gelora Holo ID 2023. It addresses the research question: How do local audiences of Hololive Indonesia perceive the meaning of Indonesia's Independence Day celebration through virtual contents of mini games, song covers, fashion heritage, and independence messages dispersed by virtual YouTubers in Gelora Holo ID? Using Stuart Hall's encoding/decoding model and considering the implications of social media, the research incorporates parasocial relationships to analyze interpretations through in-depth interviews with four informants. The findings indicate that the introduction of Indonesia's traditions, including Independence Day mini games, songs, and fashion heritage, alongside the celebration of the unity if Bhinneka Tunggal Ika, had varied receptions among different demographics. Younger informants tend to develop parasocial relationships with the virtual YouTubers, influencing their interpretations and leading them to adopt dominant-hegemonic reading positions. In contrast, older informants tend to be more critical of Hololive Indonesia's approach, resulting in oppositional reading positions. The overall negotiated reading position found in this research suggests that Hololive Indonesia needs to improve its audience engagement and authentic connection with local audiences to enhance its appeal and increase its selling points to this demographic. This study contributes to the evolving field of reception theory, reflecting advancements in communication technology and exploring the reception of virtual content utilizing avatars, motion capture, and live streaming.
Kata Kunci : Audience Reception, Parasocial Relationships, Virtual YouTubers, Encoding/Decoding Model, Indonesian Independence Day